Kaltim

Pemprov Kaltim Tegaskan Pengetatan Covid-19 Masih Diperlukan

Kaltim Today
02 Juni 2020 19:06
Pemprov Kaltim Tegaskan Pengetatan Covid-19 Masih Diperlukan

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pandemi virus corona (Covid-19) hingga saat ini masih terus mengancam, walaupun tidak sedikit kasus sembuh bagi pasien terkonfirmasi positif dan berkurangnya jumlah orang dalam pemantauan maupun turunnya angka pasien dalam pengawasan.

Namun kondisi ini ungkap Juru Bicara Pemprov Kaltim untuk Covid-19, Andi Muhammad Ishak, harus menjadi perhatian semua. Tidak terkecuali masyarakat, terlebih pemerintah dan aparat terkait serta gugus tugas provinsi maupun kabupaten dan kota di Kaltim.

Sebab lanjut Andi Ishak, bisa saja kondisi penyebaran dan penularan Covid-19 mulai terkendali di Kaltim. Tetapi masih ada beberapa daerah lain yang selama ini masih terindikasi memiliki angka pandemi yang cukup tinggi.

Berikutnya, ada kebijakan pelonggaran oleh pemerintah terhadap pengetatan aktifitas masyarakat dalam upaya menggerakkan perekonomian dan pariwisata.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kaltim Today (@kaltimtoday.co) pada

"Kami rasa masih perlu ada pengetatan di pintu-pintu masuk. Hal penting guna mencegah kasus-kasus impor. Ini perlu diwaspadai semua pihak," kata Andi Ishak saat menggelar konferensi pers.

Menurut Andi Ishak, pengetatan pintu-pintu masuk merupakan kewaspadaan dan kehati-hatian agar kondisi Kaltim yang sudah stabil (terkendali) tetap terjaga bahkan kembali normal. Pengawasan optimal agar tidak terjadi kasus-kasus baru ataupun klaster baru sebab lonjakan kasus Covid dibawa dari daerah lain yang masuk ke Kaltim.

"Saat ini kita masih fokus pada penanganan kasus-kasus dalam daerah. Kecepatan melakukan tracing, skrining bahkan karantina terus kita lakukan guna meminimalisir penyebaran, sekaligus memutus rantai penularan," jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim ini.

Baginya, upaya dan penanganan tim medis maupun gugus tugas selama ini sudah cukup maksimal. Demikian pula, dukungan pemerintah dalam percepatan penuntasan masalah wabah global ini.

"Jangan sampai kita harus bekerja ulang hanya karena kita lengah, sehingga terjadi lonjakan kasus. Terlebih kasus-kasus impor akibat pelonggaran," ungkapnya.

[TOS]


Related Posts


Berita Lainnya