DISDIKBUD BONTANG
Pendidikan Inklusif di SDN 001 Bontang Selatan, Metode Belajar Disesuaikan
BONTANG, Kaltimtoday.co - SD Negeri 001 Bontang Selatan menerapkan pendekatan pendidikan inklusif dengan menyesuaikan metode pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus yang belajar di kelas reguler.
Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Novita Susyati, menegaskan bahwa sekolah umum seperti SDN 001 tetap menerima siswa dengan kebutuhan khusus atau difabel, selama mereka masih dapat mengikuti pembelajaran di sekolah reguler.
“Anak-anak ini tetap belajar bersama teman-temannya di kelas biasa, hanya pendekatan pembelajarannya yang kami sesuaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyesuaian dilakukan melalui diferensiasi pembelajaran, mulai dari materi hingga tingkat kesulitan soal, tanpa mengubah tema utama yang dipelajari di kelas.
“Soalnya dibedakan, kompleksitasnya diturunkan, tapi temanya tetap sama. Jadi anak-anak tetap ikut pembelajaran yang sama, hanya disesuaikan dengan kemampuannya,” jelasnya.
Novita menambahkan, kondisi ini berbeda dengan sekolah luar biasa (SLB) yang memiliki sistem pendampingan khusus. Di sekolah umum, peran guru menjadi kunci dalam memberikan perhatian tambahan kepada siswa.
“Kami memang tidak memiliki pendamping khusus seperti di SLB, guru di kelas yang menyesuaikan cara mengajarnya,” katanya.
Selain di dalam kelas, sekolah juga memperkuat dukungan melalui program parenting dengan melibatkan orang tua. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3KB) untuk memberikan pemahaman terkait pola pendampingan anak di rumah.
“Kami kumpulkan orangtua agar paham bagaimana menghadapi anak. Karena waktu belajar anak di rumah itu lebih banyak,” ujarnya.
Ia mengakui, masih ada orangtua yang belum sepenuhnya menerima kondisi anaknya, sehingga enggan melakukan pemeriksaan psikologis. Padahal, hasil asesmen tersebut penting untuk menentukan metode belajar dan penilaian yang sesuai.
“Kalau sudah ada hasil pemeriksaan, kami bisa menyesuaikan soal ujian, supaya anak tidak tertekan,” jelasnya.
Untuk membantu hal itu, sekolah juga mengalokasikan anggaran bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar bisa menjalani pemeriksaan psikologis.
“Tahun lalu ada sekitar tujuh siswa yang kami bantu biayai. Kalau kendalanya ekonomi, kami upayakan dari sekolah,” katanya.
Selain itu, SDN 001 Bontang Selatan menyediakan sudut inklusi di perpustakaan sebagai ruang tambahan untuk stimulasi belajar. Program ini didukung oleh guru yang telah mendapatkan pelatihan pendidikan inklusif.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah berharap seluruh siswa tetap dapat belajar bersama dalam lingkungan yang nyaman dan saling mendukung.
“Kami ingin semua anak bisa mengikuti pembelajaran sesuai kemampuannya, tanpa merasa tertinggal,” tutupnya.
[ADV DISDIKBUD BONTANG]
Related Posts
- Kendala Jaringan Warnai Uji Coba TKA di SMPN 5 Bontang
- Jelang TKA April 2026, SMPN 5 Bontang Simulasikan Ujian untuk 209 Siswa
- Disdikbud Bontang Tanggapi Sorotan UMKM soal Dampak Program 19-21
- Susun Regulasi, Disdikbud Bontang Target Penyaluran Dana Pendidikan Rp1-2 Juta Mulai 2026
- Dukung Program Wajar 19-21, Disdikbud Bontang Bakal Gelar Seminar Parenting, Targetkan Ribuan Peserta









