Nasional

Program Satu Orang Satu Rekening, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,28 Triliun

Network — Kaltim Today 22 Oktober 2026 18:28
Program Satu Orang Satu Rekening, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,28 Triliun
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Setneg)

Kaltimtoday.co - Pemerintah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,28 triliun untuk membukakan rekening bank bagi sekitar 25 juta warga melalui program Satu Orang Satu Rekening. Setiap penerima program akan langsung mendapatkan setoran saldo awal sebesar Rp 50.000.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, program tersebut menyasar masyarakat berusia di atas 17 tahun yang masuk kategori desil 1–4, atau kelompok 40 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah. Penentuan calon penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

"Ini untuk sekitar 25 juta warga di usia di atas 17 tahun. Dan ini disiapkan datanya oleh BPS dan Bank Syariah berdasarkan DTSEN daripada BPS dan juga LPS. Setoran awal disiapkan Rp 50.000 dan anggarannya Rp 1,28 triliun," kata Airlangga dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Guna merealisasikan program tersebut, pemerintah menggandeng dua bank BUMN, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain fasilitas pembukaan rekening dan saldo awal, para penerima manfaat juga akan mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan layanan keuangan secara aman.

Pemutakhiran data calon penerima dilakukan secara terpadu melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna memastikan ketepatan sasaran sesuai kriteria DTSEN.

Airlangga menargetkan program pembukaan rekening massal ini mampu mengerek tingkat inklusi keuangan nasional hingga mendekati angka 99 persen. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan Indonesia saat ini telah berada di posisi 93,61 persen.

"Menindaklanjuti Bapak Presiden, kami siapkan program Satu Orang Satu Rekening. Dengan program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99%, Pak. Jadi, naik dari 93 menjadi 99%," ujar Airlangga.

Ke depan, pemerintah juga merancang infrastruktur rekening tersebut sebagai kanal penyaluran berbagai program bantuan sosial secara langsung. Rekening baru itu diharapkan tidak sekadar menampung dana bantuan, melainkan aktif dimanfaatkan warga untuk transaksi harian dan kegiatan usaha produktif.

"Nah, ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif. Jadi, bukan soal hanya pembukaan rekening," pungkas Airlangga. 

[RWT] 



Berita Lainnya