DISDIKBUD BONTANG

SDN 001 Bontang Selatan Atur Strategi Ujian Digital di Tengah Keterbatasan Perangkat

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 17 April 2026 16:02
SDN 001 Bontang Selatan Atur Strategi Ujian Digital di Tengah Keterbatasan Perangkat
Kepsek SDN 001 Bontang Selatan, Novita Susyati. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - SD Negeri 001 Bontang Selatan terus mengoptimalkan pelaksanaan ujian berbasis digital dengan berbagai strategi, meski dihadapkan pada keterbatasan perangkat komputer.

Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Novita Susyati, mengatakan sekolah hanya memiliki sekitar 20 laptop yang digunakan secara bergantian. Sebagian besar perangkat tersebut merupakan milik guru.

“Laptop yang kami gunakan ini sebagian besar milik guru, jadi jumlahnya terbatas. Karena itu, pelaksanaan ujian kami bagi menjadi tiga gelombang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam satu hari pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi yang seluruhnya digelar pada pagi hari. Langkah ini diambil untuk menjaga kondisi siswa tetap prima saat mengikuti ujian.

“Kami tidak ingin sampai sore karena mempertimbangkan kondisi anak-anak. Ujian ini butuh fokus, jadi kami upayakan berlangsung di waktu yang paling nyaman bagi mereka,” jelasnya.

Untuk mendukung kesiapan siswa, sekolah telah menggelar simulasi dan try out yang diikuti seluruh peserta. Guru juga memberikan pendampingan penggunaan laptop secara bertahap di sela kegiatan belajar.

Meski demikian, adaptasi penggunaan perangkat masih menjadi tantangan tersendiri. Siswa dinilai lebih terbiasa menggunakan gawai dibandingkan laptop.

“Kalau HP anak-anak sudah terbiasa, tapi kalau laptop memang harus diarahkan pelan-pelan. Alhamdulillah setelah beberapa kali latihan, sudah cukup baik,” katanya.

Dalam proses latihan, keterbatasan perangkat disiasati dengan memanfaatkan smart TV agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran bersama, meski belum menggunakan perangkat secara individu.

Ke depan, pihak sekolah berharap adanya dukungan tambahan perangkat untuk menunjang pembelajaran dan ujian berbasis digital.

“Kami berharap ke depan ada bantuan laptop untuk siswa, karena saat ini satu laptop masih untuk satu guru, sementara kita sudah menuju digitalisasi,” tutupnya.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya