DISDIKBUD BONTANG

SMPN 3 Bontang Didominasi Guru Muda, Komunikasi dengan Siswa Dinilai Lebih Cair

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 25 Mei 2026 15:29
SMPN 3 Bontang Didominasi Guru Muda, Komunikasi dengan Siswa Dinilai Lebih Cair
Suasana saat pembelajaran di SMPN 3 Bontang sengaja dipindakan ke luar ruang kelas untuk menghilangkan kejenuhan siswa. (Fitri Wayuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Sekitar 70 persen pendidik di SMP Negeri 3 Bontang Selatan merupakan guru muda. Kondisi itu dinilai membawa dampak positif terhadap proses pembelajaran karena para guru dianggap lebih dekat dengan karakter siswa dan lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kepala SMPN 3 Bontang Selatan, Mukono, mengatakan mayoritas guru muda di sekolahnya berasal dari generasi milenial. Sementara para siswa saat ini didominasi generasi Z dan Alpha.

Menurutnya, kedekatan usia membuat pola komunikasi antara guru dan siswa menjadi lebih cair sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih efektif.

“Guru-guru muda ini punya cara komunikasi sendiri dengan anak-anak. Mereka lebih care karena secara usia juga tidak terlalu jauh dengan siswa,” kata Mukono ketika ditemui di kantornya belum lama ini.

Selain lebih mudah membangun komunikasi, para guru muda juga dinilai memiliki kemampuan adaptasi digital yang lebih cepat. Hal itu membantu sekolah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi, termasuk penggunaan media digital di kelas.

Mukono menyebut, kemampuan teknologi informasi para guru muda cukup membantu sekolah mengikuti perkembangan sistem pembelajaran modern. Saat ini, jumlah tenaga pendidik di SMPN 3 Bontang Selatan mencapai 35 orang.

“Yang jelas kemampuan IT dan adaptasi digital guru-guru muda ini lebih cepat,” ujarnya.

Meski begitu, sekolah tetap mendorong kolaborasi antara guru muda dan guru senior. Salah satunya melalui program “Hari Guru Belajar” yang rutin digelar setiap Kamis siang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antarguru.

Dalam kegiatan tersebut, guru yang baru mengikuti pelatihan akan membagikan materi kepada rekan-rekan lainnya, khususnya terkait teknologi pembelajaran dan metode mengajar terbaru.

“Kami ingin ilmu yang didapat guru-guru itu menyebar ke semua. Jadi mereka bisa jadi agen perubahan di sekolah,” tandansya.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya