DISDIKBUD BONTANG

Tak Semua PKBM Lolos Bantuan Smart TV, Disdikbud Bontang Sebut Infrastruktur Jadi Penilaian Utama

Bila — Kaltim Today 06 Mei 2026 10:37
Tak Semua PKBM Lolos Bantuan Smart TV, Disdikbud Bontang Sebut Infrastruktur Jadi Penilaian Utama
Bendahara PKBM Jumri, Darmi, menunjukkan smart TV yang merupakan bantuan pemerintah pusat. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengusulkan seluruh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Bontang agar mendapatkan bantuan Smart TV dari pemerintah pusat. Namun, realisasi bantuan tersebut tetap bergantung pada hasil verifikasi dan penilaian kementerian.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan pihaknya sudah mendorong seluruh lembaga pendidikan nonformal agar masuk dalam usulan penerima bantuan digitalisasi pembelajaran tersebut.

“Makanya semua kita usulkan. Cuma kan ada kriterianya. Yang paling pertama itu harus punya listrik dan internet,” kata Saparuddin.

Selain infrastruktur dasar, status gedung dan aset lembaga juga menjadi perhatian dalam proses penilaian. Menurutnya, kementerian lebih memprioritaskan lembaga yang memiliki legalitas dan aset yang jelas atas nama yayasan.

“Karena nanti aset yang diberikan itu harus jelas. Kalau atas nama pribadi, kan, khawatir disalahgunakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masih ada sejumlah PKBM yang menggunakan bangunan seadanya, mulai dari teras rumah hingga menumpang di sekolah lain. Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam pengajuan bantuan.

Saparuddin menyebut, sejauh ini sudah ada lima lembaga yang menerima bantuan Smart TV, termasuk Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan beberapa PKBM di Bontang.

“Tahun ini informasinya setiap lembaga bisa dapat tiga unit. Maunya Pak Menteri itu setiap ruang kelas ada Smart TV,” katanya.

Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong digitalisasi pendidikan, termasuk di sektor pendidikan nonformal. Smart TV nantinya tidak hanya difungsikan sebagai media pemutar materi pembelajaran, tetapi juga dapat menggantikan papan tulis konvensional.

Sementara itu, Bendahara PKBM Jumri, Darmi, mengaku bantuan Smart TV sangat membantu proses belajar mengajar di lembaganya. Menurut dia, penggunaan perangkat digital membuat warga belajar lebih tertarik mengikuti pelajaran.

“Kalau pakai Smart TV itu pembelajaran jadi lebih mudah dipahami. Anak-anak juga lebih fokus karena bisa lihat video atau materi langsung di layar,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi membuat lembaga pendidikan nonformal juga perlu beradaptasi agar proses belajar tidak tertinggal.

“Sekarang pembelajaran memang harus mengikuti perkembangan zaman. Jadi bantuan seperti ini sangat penting buat PKBM,” tutupnya.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya