Internasional
Balai Kota Bersejarah Limoges Berusia 140 Tahun Musnah Dibakar Massa Kerusuhan di Prancis
Kaltimtoday.co - Gelombang aksi demonstrasi menuntut penurunan biaya hidup di Prancis berujung pada aksi pengrusakan parah. Bangunan bersejarah Balai Kota Limoges yang dibangun lebih dari 140 tahun lalu di Prancis barat daya musnah terbakar dalam kerusuhan massal yang terjadi pada Sabtu (17/10/2026).
Kebakaran hebat yang melahap gedung bernuansa neo-Renaissance abad ke-19 tersebut menyebabkan menara lonceng setinggi 43 meter runtuh total. Insiden ini tercatat sebagai salah satu kerusakan fasilitas publik terparah dalam sejarah aksi massa di Prancis beberapa tahun terakhir.
Melansir laporan New York Post, Senin (19/10/2026), peristiwa bermula saat ratusan massa bertopeng memecahkan kaca bangunan dan mendobrak pintu utama menggunakan alat berat. Kobaran api yang cepat membesar langsung menghanguskan seluruh interior situs bersejarah tersebut.
Wali Kota Limoges, Guillaume Guerin, menegaskan bahwa serangan dan pembakaran gedung balai kota tersebut telah direncanakan secara matang oleh kelompok tertentu.
“Ada niat yang jelas dan direncanakan untuk membakar balai kota, dan orang-orang di dalamnya takut akan nyawa mereka. Perencanaan di balik serangan terhadap balai kota adalah sesuatu yang tidak dapat diterima,” tegas Guerin saat diwawancarai Reuters.
Guerin menyayangkan minimnya pengamanan dari otoritas pusat lantaran seluruh personel kepolisian fokus menjaga jalur demonstrasi di jalanan kota, sehingga gedung balai kota dibiarkan tanpa proteksi memadai. Ia bahkan mengancam akan mengundurkan diri apabila pemerintah pusat tidak mengucurkan bantuan dana renovasi lebih dari US$ 1 juta.
1.800 Perusuh Ditangkap, 500 Petugas Terluka
Aksi anarkis tidak hanya terjadi di Limoges. Gelombang bentrokan, pembakaran fasilitas umum, hingga penjarahan toko meluas hingga ke Paris, Marseille, Lyon, dan Bordeaux.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengungkapkan sedikitnya 500 personel gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan tim medis darurat mengalami luka-luka akibat serangan massa.
Melalui akun X resminya pada Minggu (18/10/2026), Nunez memastikan aparat telah bergerak cepat menindak para perusuh.
"Sebanyak 1.800 orang telah ditangkap dan penyelidikan kini sedang berlangsung untuk mengidentifikasi para pelaku agar dapat dibawa ke hadapan hukum," ujar Nunez.
[RWT]
Related Posts
- Rekening Donasi Aksi Warga Pati Diblokir, Bank Mandiri Buka Suara dan Minta Maaf
- Museum Lalique Prancis Dirampok, 20 Perhiasan Senilai Rp 82 Miliar Raib
- Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Ada Mahasiswa Dibayar Rp 200 Ribu
- Hasil Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026: Prancis Tumbang 1-2 dari Pantai Gading
- Amnesty International Kecam Kekerasan Aparat dan Intimidasi Jurnalis di Demo Kaltim









