Internasional

Balai Kota Bersejarah Limoges Berusia 140 Tahun Musnah Dibakar Massa Kerusuhan di Prancis

Network — Kaltim Today 19 Oktober 2026 10:54
Balai Kota Bersejarah Limoges Berusia 140 Tahun Musnah Dibakar Massa Kerusuhan di Prancis
Balai Kota Limoges, Prancis, yang musnah terbakar akibat amuk massa. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Gelombang aksi demonstrasi menuntut penurunan biaya hidup di Prancis berujung pada aksi pengrusakan parah. Bangunan bersejarah Balai Kota Limoges yang dibangun lebih dari 140 tahun lalu di Prancis barat daya musnah terbakar dalam kerusuhan massal yang terjadi pada Sabtu (17/10/2026).

Kebakaran hebat yang melahap gedung bernuansa neo-Renaissance abad ke-19 tersebut menyebabkan menara lonceng setinggi 43 meter runtuh total. Insiden ini tercatat sebagai salah satu kerusakan fasilitas publik terparah dalam sejarah aksi massa di Prancis beberapa tahun terakhir. 

Melansir laporan New York Post, Senin (19/10/2026), peristiwa bermula saat ratusan massa bertopeng memecahkan kaca bangunan dan mendobrak pintu utama menggunakan alat berat. Kobaran api yang cepat membesar langsung menghanguskan seluruh interior situs bersejarah tersebut.

Wali Kota Limoges, Guillaume Guerin, menegaskan bahwa serangan dan pembakaran gedung balai kota tersebut telah direncanakan secara matang oleh kelompok tertentu.

“Ada niat yang jelas dan direncanakan untuk membakar balai kota, dan orang-orang di dalamnya takut akan nyawa mereka. Perencanaan di balik serangan terhadap balai kota adalah sesuatu yang tidak dapat diterima,” tegas Guerin saat diwawancarai Reuters.

Guerin menyayangkan minimnya pengamanan dari otoritas pusat lantaran seluruh personel kepolisian fokus menjaga jalur demonstrasi di jalanan kota, sehingga gedung balai kota dibiarkan tanpa proteksi memadai. Ia bahkan mengancam akan mengundurkan diri apabila pemerintah pusat tidak mengucurkan bantuan dana renovasi lebih dari US$ 1 juta.

1.800 Perusuh Ditangkap, 500 Petugas Terluka

Aksi anarkis tidak hanya terjadi di Limoges. Gelombang bentrokan, pembakaran fasilitas umum, hingga penjarahan toko meluas hingga ke Paris, Marseille, Lyon, dan Bordeaux.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengungkapkan sedikitnya 500 personel gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan tim medis darurat mengalami luka-luka akibat serangan massa.

Melalui akun X resminya pada Minggu (18/10/2026), Nunez memastikan aparat telah bergerak cepat menindak para perusuh.

"Sebanyak 1.800 orang telah ditangkap dan penyelidikan kini sedang berlangsung untuk mengidentifikasi para pelaku agar dapat dibawa ke hadapan hukum," ujar Nunez.

[RWT] 



Berita Lainnya