Internasional
Atasi Penurunan Angka Kelahiran, Hanoi Beri Insentif Rp 2,79 Juta bagi Ibu Beranak Dua
Kaltimtoday.co - Pemerintah Kota Hanoi, Vietnam, menerbitkan kebijakan strategis untuk mendongkrak angka kelahiran di wilayah ibu kota. Pemerintah setempat bakal mengucurkan insentif finansial sebesar 4 juta dong Vietnam atau sekitar Rp 2,79 juta bagi perempuan yang melahirkan dua anak sebelum memasuki usia 35 tahun.
Skema bantuan tunai yang telah disetujui Dewan Rakyat Kota Hanoi tersebut diproyeksikan mulai berlaku efektif pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini ditempuh demi memicu minat pasangan muda untuk memiliki dua anak sekaligus menjaga keseimbangan replacement level (tingkat penggantian populasi).
Berdasarkan data Komite Rakyat Kota Hanoi, angka fertilitas di ibu kota Vietnam terus berada di bawah batas ambang ideal replacement level dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, rasio kelahiran tercatat sebesar 1,88 anak per perempuan, kemudian menyusut menjadi 1,86 pada 2024, dan naik tipis ke angka 1,87 pada 2025.
Otoritas Hanoi menggarisbawahi bahwa tren penurunan angka kelahiran berpotensi mempercepat krisis penuaan populasi (aging population) yang bakal mengancam ketersediaan angkatan kerja produktif serta perekonomian di masa depan.
Tingginya Biaya Hidup Pemicu Pasangan Enggan Punya Anak
Pemerintah Kota Hanoi mengonfirmasi bahwa melandainya angka kelahiran dipicu oleh himpitan biaya hidup yang kian membengkak. Lonjakan harga hunian, tingginya alokasi pengasuhan anak, beban biaya pendidikan, hingga sulitnya menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan berkeluarga (work-life balance) membuat banyak pasangan menunda atau membatasi jumlah anak.
Guna menjalankan skema insentif ini, pemerintah menargetkan sekitar 15.000 perempuan penerima manfaat setiap tahunnya. Dengan nominal bantuan 4 juta dong per orang, kebutuhan anggaran tahunan yang disiapkan mencapai 60 miliar dong Vietnam (sekitar Rp 41,9 miliar).
Pemerintah menegaskan bahwa uang insentif tersebut tidak ditujukan untuk menanggung seluruh pengeluaran membesarkan anak, melainkan bentuk stimulus modal dukungan bagi keluarga.
Secara akumulatif, alokasi anggaran kebijakan kependudukan Hanoi pada 2027 diperkirakan menembus 245,9 miliar dong Vietnam. Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk menaikkan tunjangan 8.500 tenaga pendamping kependudukan serta membiayai layanan konseling pranikah dan pemeriksaan kesehatan calon pengantin.
[RWT]
Related Posts
- Akibat Temuan BPK, Guru Swasta di Kukar Terpukul Diminta Mengembalikan Insentif Tahun 2025
- Wali Kota Neni Soroti Ancaman Konten Digital terhadap Anak, Pendidikan Agama Dinilai Penting
- Bupati Kukar Upayakan Insentif Guru Non ASN Dibayar Sebelum Lebaran Haji
- AI dan Urgensi Penguatan Pengawasan Daycare
- Hardiknas di Kaltim, Pemprov Pastikan Insentif Guru Honorer Tetap Berlanjut









