DISKOMINFO BONTANG

Belajar dari K-Drama, Wali Kota Neni Dorong Budaya Lokal Bontang Mendunia Lewat Film

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 18 Mei 2026 18:25
Belajar dari K-Drama, Wali Kota Neni Dorong Budaya Lokal Bontang Mendunia Lewat Film
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, usai membuka Workshop Pembuatan Film untuk Pelajar. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mendorong agar sineas muda Bontang dapat memproduksi film yang mengangkat budaya dan keunikan lokal. Menurutnya, bila dikemas dengan menarik, film yang mengangkat identitas daerah sangat berpotensi menarik perhatian publik bahkan hingga mancanegara, sebab Indonesia memiliki kekayaan budaya, cerita rakyat, hingga kuliner yang beragam.

Hal itu disampaikan Wali Kota Neni saat membuka Workshop Pembuatan Film untuk Pelajar di Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Jalan HM Ardans, Senin (18/5/2026) siang. “Angkat keunikan yang ada di sini, perkenalkan lewat film,” kata Wali Kota Neni.

Dia mencontohkan bagaimana fenomena K-Wave atau Korean Wave yang dipopulerkan melalui drama Korea mampu memperkenalkan budaya Negeri Ginseng ke seluruh dunia. Mulai dari makanan, fashion, bahasa, hingga gaya hidup Korea kini dikenal luas karena sering muncul dalam film dan serial televisi mereka.

"Siapa sangka, kan, dari film orang jadi tahu makanan Korea. Sekarang apa? Di mana-mana makanan Korea pasti ada,” sebutnya

Menurut Wali Kota Neni, Indonesia, termasuk Bontang, memiliki potensi serupa karena kaya akan budaya dan cerita lokal. Dia menyebut banyak unsur budaya yang bisa diangkat ke layar lebar, mulai dari kuliner khas hingga cerita horor lokal yang berbeda di setiap daerah. 

“Indonesia ini kaya sekali. Tiap daerah punya cerita rakyat, urban folklore, sampai hantunya sendiri-sendiri. Itu yang bikin menarik kalau diangkat tanpa plagiat atau duplikasi,” ujarnya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, usai membuka Workshop Pembuatan Film untuk Pelajar. 

Dia bahkan menilai film horor Indonesia punya potensi besar karena memiliki karakter dan kekhasan berbeda dibanding negara lain. Di Kalimantan misalnya, ada kisah kuyang, sementara daerah lain memiliki cerita seperti tuyul, sundel bolong, hingga wewe gombel. Menurutnya, kekayaan cerita lokal itu bisa menjadi identitas kuat dalam industri film Indonesia.

“Kalau kita bikin film dengan mengangkat potensi daerah sendiri, itu lebih menarik. Jangan hilangkan identitas diri,” katanya.

Selain mendorong kreativitas sineas muda, Wali Kota Neni menegaskan Pemkot Bontang akan terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pendidikan di Kota Taman. Dia berharap workshop tersebut dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus melahirkan karya yang memperkenalkan budaya lokal ke tingkat lebih luas. 

“Kita punya kesempatan lewat film pendek untuk memperkenalkan segala budaya dan potensi masyarakat kita supaya dikenal di mancanegara,” tandasnya.

[ADV DISKOMINFO BONTANG] 



Berita Lainnya