DISKOMINFO BONTANG

Tekan Stunting, Wawali Agus Akan Datangi Warga yang Tak Hadir Operasi Timbang Serentak

Kaltim Today
06 Juni 2026 13:09
Tekan Stunting, Wawali Agus Akan Datangi Warga yang Tak Hadir Operasi Timbang Serentak
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, ditemui usai menghadiri kegiatan refreshing kader posyandu se-Bontang. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Pemkot Bontang bakal menggelar Operasi Timbang Serentak pada 9-13 Juni 2026. Kegiatan itu digelar untuk mencegah stunting secara akurat serta memantau kondisi tumbuh kembang anak.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bilang, sebelum pelaksanaan operasi timbang tersebut, sejak 2-7 Juni 2026 ketua RT se-Bontang sudah diminta melakukan pemetaan dan sosialisasi terhadap warganya yang memiliki balita. Ini dilakukan untuk memastikan warga datang dan mengetahui jadwa operasi timbang.

Bila ketua RT mendapati ada warga menyampaikan penolakan atau tidak bisa hadir ketika operasi timbang digelar dengan berbagai alasan, kata Wawali Agus, maka dia sendiri yang akan turun ke warga. Wawali Agus yang akan menyampaikan langsung dan memberikan pemahaman ke warga mengapa operasi timbang ini penting, dan mengapa pemerintah sangat getol menekan angka stunting. 

''Ini, kan, RT sampai tangga 7 sudah diminta turun ke warga, catat kalau ada warga menolak datang ketika operasi timbang. Nanti ketika pelasanaan, tanggal 9, saya yang akan turun sendiri ke warga sampaikan kenapa ini penting,'' sebut Wawali Agus ketika ditemui usai menghadiri kegiatan di Pendopo Rujab Wali Kota, Sabtu (6/6/2026) pagi. 

Wawali Agus menekankan persoalan stunting harus menjadi perhatian bersama dan ditangani secara serius. 

Berikut dua paragraf lanjutan yang netral dan sesuai dengan pernyataan tersebut:

Wawali Agus menekankan persoalan stunting harus menjadi perhatian bersama dan ditangani secara serius. Menurutnya, upaya penanganan stunting tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat. Kolaborasi yang kuat dinilai penting untuk memastikan program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan efektif serta menjangkau kelompok sasaran yang membutuhkan.

Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola hidup bersih dan sehat. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan angka stunting dapat terus ditekan sehingga kualitas sumber daya manusia di masa depan semakin baik dan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar soal kurang makan. Ini soal menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

[ADV DISKOMINFO BONTANG]



Berita Lainnya