Internasional
Catat Tanggalnya! Rangkaian Fenomena Langit Langka Ini Bakal Hiasi Ramadan 2026
Kaltimtoday.co - Bulan suci Ramadan tahun 2026 akan diwarnai oleh serangkaian fenomena astronomi langka di wilayah Arab Saudi dan sekitarnya. Peristiwa tersebut meliputi kesejajaran enam planet, bulan purnama, gerhana bulan penumbra, hingga ekuinoks musim semi.
Direktur Masyarakat Astronomi Jeddah, Majed Abu Zahra, menyebut rangkaian fenomena ini dimulai sejak awal Ramadan. Masyarakat dapat melihat bulan sabit yang berdekatan dengan Saturnus, Merkurius, dan Venus di cakrawala barat sesaat setelah matahari terbenam.
Fenomena pengelompokan visual tersebut dikenal dengan istilah konjungsi. Planet-planet itu tampak berdekatan dari perspektif Bumi, meskipun sebenarnya berada di jalur orbit masing-masing yang sangat berjauhan.
Profesor Madya Departemen Fisika dan Astronomi Universitas King Saud, Abouazza El-Mhamdi, menilai fenomena kosmik ini akan menambah nuansa spiritual pada bulan puasa.
"Suasana spiritual Ramadan tahun ini semakin indah berkat beberapa fenomena astronomi yang memikat imajinasi para pengamat langit dan masyarakat umum," kata El-Mhamdi kepada Arab News, Rabu (25/2/2026).
Salah satu pemandangan langka akan terjadi pada Sabtu (28/2/2026) malam ketika enam planet sejajar dalam satu garis imajiner. Venus, Jupiter, Saturnus, dan Merkurius dapat dilihat dengan mata telanjang, sedangkan Uranus dan Neptunus membutuhkan bantuan teleskop.
Fenomena kemudian berlanjut dengan gerhana bulan pada 3 Maret 2026. Penduduk di sebagian wilayah Oman dan Uni Emirat Arab (UEA) berkesempatan menyaksikan gerhana penumbra, di mana bulan melewati bayangan luar Bumi sehingga cahayanya meredup tanpa tertutup kegelapan total.
Bertepatan dengan momen tersebut, bulan purnama akan mencapai puncaknya. Dalam berbagai tradisi, purnama ini kerap dijuluki "Bulan Lavender" karena merujuk pada mekarnya bunga-bunga musim semi lebih awal di alam terbuka.
Selanjutnya, ekuinoks musim semi yang jatuh pada 20 Maret 2026 akan menandai pergantian musim secara resmi.
"Titik balik astronomis ini, yang terjadi ketika matahari melewati tepat di atas khatulistiwa, membawa jam siang dan malam yang hampir sama, secara resmi menandai datangnya musim semi di seluruh wilayah tersebut," ujar El-Mhamdi.
Anggota tim Misbar, Tala Al-Hajouri, menekankan bahwa peristiwa ini penting untuk memperdalam pemahaman masyarakat tentang ruang angkasa. Geometri gerhana bulan dan transisi deklinasi matahari pada titik ekuinoks dinilai memberikan edukasi ilmiah bagi para pengamat.
Selain planet dan bulan, masyarakat juga berkesempatan melihat lintasan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Stasiun tersebut kerap melintas dan tampak seperti bintang terang yang bergerak cepat menghiasi malam-malam Ramadan.
[RWT]
Related Posts
- Motor Terparkir Tiga Hari di Kebun Loa Lepu, Warga Temukan Jasad Pria Tergantung
- Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, PT Berau Coal Tanam Ribuan Bibit Pohon Serentak
- Another World Cup stunner: Cape Verde gets 1st goal of tournament and holds Uruguay to 2-2 draw
- Inspektorat Kukar Selidiki Temuan BPK, Sejumlah Pihak Mulai Kembalikan Dana
- Pemkab Kukar Pangkas Birokrasi Pencairan Dana, SP2D Kini Terhubung Langsung ke Perbankan









