DISDIKBUD BONTANG

Disdikbud Bontang Larang Perpustakaan dan Kantin Dialihfungsikan Jadi Kelas

Bila — Kaltim Today 07 Mei 2026 14:25
Disdikbud Bontang Larang Perpustakaan dan Kantin Dialihfungsikan Jadi Kelas
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengantisipasi penyalahgunaan fasilitas sekolah, seperti perpustakaan dan kantin yang dialihfungsikan menjadi ruang kelas.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan pihaknya melarang keras sekolah mengubah fungsi perpustakaan maupun kantin menjadi ruang belajar. Menurutnya, kebijakan tersebut diambil demi menjaga mutu pendidikan tetap berjalan sesuai standar.

“Kebijakan ini kami ambil sebagai upaya menjaga mutu proses pendidikan tetap sesuai standar,” katanya, Rabu (6/5/2026).

Safa menjelaskan, keterbatasan ruang kelas tidak dapat dijadikan alasan untuk mengorbankan fasilitas penunjang pendidikan lainnya. Sebab, langkah tersebut justru berpotensi menurunkan kualitas layanan belajar di sekolah.

“Langkah tersebut justru berpotensi menurunkan kualitas layanan belajar di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Ia menuturkan, keberadaan perpustakaan bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan bagian penting dalam mendukung peningkatan pengetahuan peserta didik. Karena itu, fungsi perpustakaan harus tetap dipertahankan agar proses belajar berjalan maksimal.

“Tanpa fasilitas tersebut, kegiatan belajar justru tidak akan berjalan secara maksimal,” paparnya.

Lebih lanjut, Safa menegaskan pelanggaran terhadap aturan itu dapat langsung terdeteksi melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Jika ditemukan ketidaksesuaian data, sekolah berpotensi menghadapi persoalan administratif.

Ia berharap jumlah rombongan belajar (rombel) yang tersedia sesuai ketentuan mampu memaksimalkan proses belajar mengajar dan memastikan siswa tetap nyaman selama berada di ruang kelas.

“Jika ditemukan ketidaksesuaian, sekolah berpotensi menghadapi persoalan administratif yang cukup serius,” tandasnya.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya