DISDIKBUD BONTANG

Soroti Fenomena "Sujud Freestyle" Anak, Disdikbud Bontang Tegaskan akan Terbitkan Aturan

Bila — Kaltim Today 10 Mei 2026 11:42
Soroti Fenomena "Sujud Freestyle" Anak, Disdikbud Bontang Tegaskan akan Terbitkan Aturan
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Dhan/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Fenomena ''sujud freestyle'' mulai menjamur di Bontang. Anak-anak kedapatan melakukannya di berbagai tempat, mulai dari masjid, kawasan permukiman hingga lingkungan sekolah.

Sontak saja hal tersebut mendapat sorotan tajam dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa fenomena tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

"Langkah cepat perlu dilakukan agar tren tersebut tidak semakin meluas di kalangan pelajar," katanya, Sabtu (9/5/2026).

Dirinya menegaskan, pihak sekolah harus mengambil peran aktif untuk mencegah siswa mencoba aksi berbahaya hanya karena rasa penasaran atau ikut-ikutan teman.

"Gerakan “sujud freestyle” itu memiliki risiko tinggi karena posisi tubuh bertumpu pada kepala dan leher," ucapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, sekolah harus cepat memberi perhatian agar anak-anak tidak menirunya secara sembarangan. Diirinya tidak ingin aktivitas seperti ini dianggap permainan biasa.

"Apabila dilakukan tanpa teknik yang benar, anak berpotensi kehilangan keseimbangan dan mengalami cedera serius pada bagian vital tubuh," ujarnya.

Safa juga menghimbau agar orang tua bisa lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di rumah. Begitupun dengan yang mereka lihat di sosial medianya.

"Tidak semua di sosial media itu aman untuk dilakukan, mereka tidak mengetahui bahwa ada bahaya yang mengancam," tegasnya.

Sebagai langkah kongkret, Disdikbud Bontang akan segera menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah untuk mencegah aksi tersebut terulang kembali.

Dirinya juga berharap para guru bisa memberikan edukasi mengenai risiko kesehatan dan keselamatan kepada siswa. Sebab, pendekatan edukatif lebih efektif dibanding sekadar memberi teguran.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya