PEMKAB BERAU

Dongkrak Pendapatan Kampung, Pemkab Berau dan UM Berau Latih Pengelola BUMK

Kaltim Today
16 Juli 2026 18:53
Dongkrak Pendapatan Kampung, Pemkab Berau dan UM Berau Latih Pengelola BUMK
Suasana pembukaan seminar penguatan SDM BUMK oleh UMB dengan Pemda Berau. (Miko/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Guna mendongkrak Pendapatan Asli Kampung (PAK) di sektor pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Berau melalui DPMK resmi menggandeng Universitas Muhammadiyah Berau (UM Berau) untuk melatih dan memperkuat kualitas SDM para pengelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) melalui pendekatan akademis, Kamis (16/7/2026).

Langkah ini diambil agar jajaran manajemen yang mengelola badan usaha di tingkat desa dapat bekerja lebih profesional. Kolaborasi ini juga dirancang untuk menyelaraskan peran institusi kampus dalam mendidik mahasiswa agar ikut serta memahami iklim sosial di setiap kampung melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Rektor UM Berau, Muhammad Bayu, menyampaikan bahwa pihak civitas akademika berkomitmen penuh untuk mengawal program-program pembangunan ekonomi yang ada di kampung. 

“Sebagai civitas akademik kami berkomitmen untuk mengawal program yang ada di kampung demi terciptanya ruang ekonomi bagi masyarakat lokal,” katanya.

Sebagai akademisi, Bayu menilai peran BUMK cukup krusial sebagai tonggak untuk melaksanakan setiap program yang ada di luar daripada bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah kabupaten hingga provinsi dan Kementerian.

“Oleh karena itu, pihak yang mengelola maupun aparatur kampungnya juga harus memahami dengan baik, apakah sektor yang dijadikan pemasukan dapat berkembang atau malah justru sebaliknya. Maka perlu adanya kajian, peran akademisi hadir disini,” tambahnya.

Komitmen bersama dari pihak universitas tersebut mendapat respons positif dari Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said. Dirinya menyampaikan bahwa berbagai bentuk pelatihan kompetensi sebenarnya sudah kerap kali dilaksanakan oleh pihak pemerintah daerah untuk memberi pemahaman tata kelola BUMK. 

Kendati demikian, dengan memberdayakan potensi akademisi yang ada di daerah, Said menilai hal itu dapat menekan pengeluaran anggaran daerah secara signifikan dibanding harus mendatangkan konsultan atau pihak dari luar daerah.

“Melalui pemaparan yang diberikan oleh sejumlah narasumber, para perangkat kampung diharapkan peka untuk menggali potensi yang ada di lingkungan kampungnya masing-masing,” pesannya.

[MGN | ADV PEMKAB BERAU]



Berita Lainnya