Daerah
Evakuasi Dramatis di Pelabuhan Semayang: Truk Beras Terbalik di Dek Kapal, Satu Penumpang Tewas Terjepit
BALIKPAPAN, Kaltimtoday.co - Operasi SAR dramatis berlangsung di atas Kapal KM Dharma Kartika IX yang tengah bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, pada Senin (26/1/2026). Empat orang penumpang dilaporkan terjepit di dalam kabin truk setelah kendaraan pengangkut beras tersebut terbalik di area dek kapal dalam pelayaran rute Pare-Pare menuju Balikpapan.
Kantor SAR Balikpapan menerima laporan darurat pada pukul 08.48 WITA dan segera mengerahkan satu Tim Rescue ke lokasi kejadian. Proses evakuasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita, berlangsung cukup sulit karena kondisi kendaraan yang ringsek dan menimpa kendaraan lain di sekitarnya.
"Tim tiba di lokasi pada pukul 09.30 WITA dan langsung melakukan koordinasi untuk evakuasi cepat. Kondisi korban terjepit di dalam kendaraan akibat kecelakaan di area dek kapal," jelas Endrow.
Insiden ini melibatkan tiga kendaraan besar. Satu unit truk pengangkut beras terbalik ke sisi kanan, menimpa satu unit pick up L300 bermuatan telur hingga tertimbun beras, serta menghimpit satu unit kendaraan Triton. Akibat kecelakaan ini, empat orang yang berada di dalam kendaraan terjebak dalam himpitan kabin.
Berdasarkan data yang dihimpun, keempat korban terdiri dari tiga dewasa dan satu anak-anak. Identitas korban adalah Idham Rapi (52) asal Berau, Hj. Nurma (64) asal Luwu, Rosnaini (43) asal Wajo, dan seorang anak perempuan bernama Nur Asisah (10) asal Kelurahan Teritip, Balikpapan.
Upaya keras Tim SAR membuahkan hasil, namun satu orang korban atas nama Idham Rapi dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat. Sementara itu, tiga korban lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski menderita luka-luka. Seluruh korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga Selasa (27/1/2026) siang, Operasi SAR masih terus berlanjut. Petugas fokus melakukan pembersihan material beras dan pemindahan reruntuhan kendaraan menggunakan alat berat di dalam kapal. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di bawah timbunan muatan.
"Fokus kami saat ini adalah pembersihan area dek guna memastikan keamanan dan memastikan tidak ada korban tambahan yang luput dari pantauan," pungkas Endrow.
[TOS]
Related Posts
- Gerai Perizinan Kapal Nelayan Gagal Dibuka di Berau, Diskan Akui Terkendala Administrasi
- KSOP Samarinda: Penumpukan Kapal dan Jam Pengolongan Picu Tambatan Tak Direkomendasikan
- Update Kecelakaan KM Dharma Kartika IX: Total Korban Jadi 6 Orang, Operasi SAR Resmi Ditutup
- Tim SAR Temukan Lagi Jenazah Korban Longsor di Bandung, 72 Orang Masih Hilang
- Pemprov Kaltim Bidik Peningkatan PAD Lewat Pembangunan Fasilitas Tambat Kapal di MahakamÂ









