Daerah
Fakta Baru Sidang Julius: Upaya Bunuh Diri Gagal karena Senjata Tajam yang Digunakan Tumpul
TANJUNG REDEB, Kaltimtoday.co - Sidang kasus pembunuhan berencana dengan terdakwa Julius (40) kembali berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Berau, pada Kamis (22/1/2026). Persidangan kali ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa guna menggali keterangan mendalam mengenai peristiwa berdarah yang terjadi di Kampung Punan Mahakam, Kecamatan Segah, pada Agustus 2025 lalu.
Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Agung Dwi Prabowo, bersama anggota Muhammad Hanif Ramadhan dan Firzi Ramadhan, terdakwa Julius sempat memberikan keterangan yang berbelit-belit. Namun, ia akhirnya mengakui seluruh perbuatannya yang dilakukan dalam keadaan sadar.
Julius mengakui telah menghabisi nyawa istrinya yang kala itu tengah mengandung, serta dua anaknya yang masih balita. Berdasarkan keterangan di persidangan, terdakwa membunuh istrinya dengan cara mengayunkan parang ke bagian tengkuk hingga korban tumbang di depan kamar mandi.
Ketua PN Tanjung Redeb, Lila Sari, mengungkapkan sebuah fakta baru yang terungkap dalam persidangan ini. Usai membantai anak dan istrinya, Julius ternyata sempat berupaya mengakhiri hidupnya sendiri di tempat kejadian perkara (TKP). Namun, upaya bunuh diri tersebut gagal karena alasan yang tak terduga.
"Tindakan tersebut gagal setelah senjata tajam yang digunakan terdakwa ternyata tumpul. Diketahui terdakwa menggunakan parang yang berbeda. Parang yang digunakan untuk membunuh sangat tajam, sedangkan yang digunakan untuk melukai dirinya sendiri adalah parang lain dan pisau dapur yang tumpul," terang Lila Sari.
Meskipun Julius tidak menjelaskan secara detail bagaimana cara ia mencoba mengakhiri nyawanya, fakta persidangan memastikan bahwa tindakan tersebut tidak berhasil hingga akhirnya ia ditangkap oleh pihak kepolisian.
Setelah agenda pemeriksaan terdakwa ini tuntas, sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dijadwalkan pada 2 Februari 2026 mendatang.
[MGN | TOS]
Related Posts
- Masalah Penanganan Sampah di Kecamatan Talisayan Berau Masih Belum Tuntas
- Kecamatan Tabalar Minta Pemkab Berau Penuhi Infrastruktur Jalan hingga Telekomunikasi
- Disbudpar Berau Bakal Revisi Kalender Pariwisata Demi Tarik Minat Wisatawan Domestik hingga Mancanegara
- Disbun Minta Petani Kakao di Berau Tak Alih Fungsikan Lahannya ke Komoditas Lain
- Pekerja Perusahaan Sawit di Berau Ditemukan Meninggal Saat Pergi Memancing di Laut









