Daerah
Harga Cabai di Pasar Segiri Meroket, Pedagang Keluhkan Lesunya Daya Beli Masyarakat
Kaltimtoday.co, Samarinda - Empat hari menjelang perayaan Idulfitri 2026, kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Segiri Samarinda mulai menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.
Pantauan di lapangan mencatat bahwa komoditas bumbu dapur seperti berbagai jenis cabai dan bawang merah menjadi komoditas yang paling terdampak oleh lonjakan harga di pasar tradisional tersebut.
Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi antara meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk hidangan hari raya dan terbatasnya pasokan dari daerah luar Kalimantan.
Harga cabai rawit yang semula berada di kisaran normal 65.000 hingga 70.000 rupiah per kilogram kini telah menyentuh angka 80.000 sampai 85.000 rupiah per kilogram.
Kenaikan yang lebih drastis terjadi pada cabai keriting yang kini dijual seharga 40.000 rupiah, melonjak jauh dari harga normalnya yang berkisar antara 15.000 hingga 20.000 rupiah per kilogram.
Sementara itu, cabai besar relatif lebih stabil di angka 40.000 rupiah meski tetap mengalami kenaikan tipis dari harga sebelumnya yang berada di angka 35.000 rupiah.
Anis, salah satu pedagang yang telah berjualan di Pasar Segiri sejak tahun 2010, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini merupakan fenomena tahunan menjelang Lebaran. Ia menuturkan bahwa permintaan masyarakat yang tinggi menjadi salah satu pendorong utama.
"Ya ini kan mau lebaran, jadinya orang-orang pada banyak perlu cabai," ujar Anis saat ditemui Kaltim Today di lapaknya. Namun, ia menekankan bahwa tahun ini ada kendala pasokan yang cukup serius dari daerah pemasok utama seperti Sulawesi dan Surabaya.
Keterbatasan stok dari luar daerah ini disebabkan oleh faktor cuaca dan prioritas angkutan logistik. Anis menyebutkan bahwa kapal angkutan saat ini lebih mengutamakan penumpang mudik dibandingkan muatan barang.
"Sebelumnya enggak ada pasokan dari Sulawesi karena di sana (masuk musim) hujan. Kapal angkutan muatannya manusia sudah penuh, jadi nggak ada muatan barang lagi," jelasnya. Kondisi tersebut memaksa para pedagang untuk beralih menggunakan cabai hasil panen lokal yang memicu persaingan harga di tingkat petani.
Selain kelompok cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan harga menjadi 40.000 hingga 45.000 rupiah per kilogram dari harga normal 35.000 rupiah. Anis mengungkapkan bahwa penyebab kenaikan harga bawang merah identik dengan cabai, yakni terhentinya kiriman dari Sulawesi.
"Penyebab kenaikan bawang merah sama seperti cabai, nggak ada pasokan dari Sulawesi," ungkap Anis. Berbeda dengan kedua komoditas tersebut, harga bawang putih dan bawang bombai tetap stabil di kisaran 30.000 hingga 35.000 rupiah.
Stabilitas harga bawang putih dan bombai terjadi karena komoditas tersebut merupakan barang impor yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Menurut Anis, stok barang impor ini biasanya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari melalui pengiriman kontainer.
"Kalau bawang putih dan bawang bombai kan impor, jadi bisa ditandon sebelum lebaran," katanya. Meski ada stok yang mencukupi untuk bawang jenis tertentu, Anis menyoroti fenomena yang mengkhawatirkan pada Lebaran tahun ini, yaitu menurunnya daya beli masyarakat secara keseluruhan.
Pedagang di Pasar Segiri ini merasakan bahwa suasana menjelang Lebaran 2026 terasa lebih sepi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Anis memperkirakan omzet penjualannya mengalami penurunan hingga 30 persen akibat lesunya daya beli konsumen di tengah kenaikan harga.
Ia membandingkan keramaian pasar saat ini dengan periode yang sama pada tahun lalu. "Ini termasuk lesu. Ramai lebaran tahun lalu daripada hari ini kalau dilihat," tutur Anis.
Ia memprediksi harga tidak akan melonjak lebih tinggi lagi karena lesunya jumlah pembeli tersebut. Kondisi harga yang tinggi ini diperkirakan akan bertahan hingga satu minggu setelah Lebaran karena para petani masih dalam suasana libur dan tidak melakukan aktivitas panen.
[RWT]
Related Posts
- PT Wana Hijau Pesaguan Gelar Panen Jagung di Program Multi Usaha Kehutanan
- Another World Cup stunner: Cape Verde gets 1st goal of tournament and holds Uruguay to 2-2 draw
- Sentil Proyek Teras Samarinda hingga Pasar Pagi, PDIP Dorong Pemkot Gunakan Konsep Trisakti
- Inspektorat Kukar Selidiki Temuan BPK, Sejumlah Pihak Mulai Kembalikan Dana
- Kasus Korupsi Hibah DBON, Mantan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma Divonis 2,5 Tahun Penjara









