Daerah

Karhutla Hanguskan 35 Hektare Lahan Tepi Tol Balsam Kukar, Asap Pekat Batasi Jarak Pandang Pengendara

Network — Kaltim Today 13 Oktober 2026 18:44
Karhutla Hanguskan 35 Hektare Lahan Tepi Tol Balsam Kukar, Asap Pekat Batasi Jarak Pandang Pengendara
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai mengancam keselamatan pengguna Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co, Kukar - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mulai berdampak serius terhadap keselamatan pengguna lalu lintas di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Hingga Senin (12/10/2026), total luas area hutan dan lahan yang hangus terbakar di sepanjang tepi koridor jalan tol tersebut diperkirakan telah menembus 35 hektare.

Catatan dari PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda menunjukkan eskalasi kebakaran yang terbilang tinggi. Terhitung sejak September hingga pertengahan Oktober 2026, sedikitnya telah terjadi 23 kali kejadian karhutla berulang di sekitar ruang milik jalan (rumija) tol Balsam. 

Manajer Traffic Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), Bayu Adi Wicaksono, membeberkan bahwa titik api paling sering muncul dan berulang di beberapa lokasi rawan, terutama di Kilometer 31 serta bentangan Kilometer 50 hingga Kilometer 57. 

"Memang betul di Balikpapan-Samarinda atau di ruas sekitaran area tol ruas Balsam memang sudah beberapa kali terjadi karhutla dan lokasinya memang seringkali berulang terutama yang di kilometer 31 dan 50 sampai 57. Jadi ada 54, 55, 56, 57," ujar Bayu saat memberikan keterangan di kantor PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda, Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026).

Bayu merinci, estimasi luas lahan yang terakar di titik Kilometer 31 berkisar antara 10 hingga 20 hektare. Sementara akumulasi kebakaran lahan di sepanjang rentang Kilometer 50 hingga Kilometer 57 diperkirakan meluas hingga lebih dari 5 hektare.

Jarak Pandang Merosot hingga 400 Meter

Dampak dari kepungan kabut asap karhutla ini dirasakan langsung oleh para pengemudi kendaraan roda empat. Pekatnya asap dilaporkan memangkas jarak pandang (visibility) pengendara hingga menyisakan sekitar 400 meter saja di beberapa titik krusial.

Kondisi tersebut memaksa para pengguna jalan tol untuk menurunkan laju kendaraan secara drastis guna mengantisipasi potensi kecelakaan fatal atau tabrakan beruntun akibat terbatasnya jarak pantau.

"Untuk dampak sendiri pastinya secara langsung untuk pengguna jalan ya, terutama jarak pandang pasti terbatas. Laju kecepatan juga pasti dikurangi, dari yang normalnya 60 sampai 80 kilometer per jam bisa menjadi 40 kilometer per jam," tutur Bayu.

Pihak pengelola tol bersama petugas gabungan terus bersiaga memantau perkembangan titik api di sepanjang jalur Balsam. Para pengguna jalan tol diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menyalakan lampu utama kendaraan saat menembus gumpalan asap, serta mematuhi arahan batas kecepatan aman demi menjaga keselamatan bersama.

[RWT] 



Berita Lainnya