Gaya Hidup
Kerap Dianggap Sehat, 10 Jenis Makanan Kemasan Ini Justru Tinggi Gula Tambahan
Kaltimtoday.co - Memasuki rentang usia 30-an, kecermatan dalam memilih pola makan harian menjadi krusial demi menjaga keandalan metabolisme tubuh jangka panjang. Namun, tidak sedikit masyarakat yang terkecoh oleh klaim pemasaran produk yang terkesan menyehatkan (health halo), padahal menyimpan potensi kandungan gula tambahan (added sugar), natrium, dan lemak jenuh yang tinggi.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menekankan bahwa label seperti low fat, whole grain, atau natural pada kemasan tidak bisa dijadikan satu-satunya jaminan mutu gizi. Komposisi riil, tingkat pengolahan (ultra-processed foods), serta ukuran porsi tetap harus diperiksa secara mendalam.
Berikut adalah daftar makanan yang kerap dipersepsikan sehat namun memerlukan kecermatan ekstra saat dikonsumsi:
1. Yogurt Berperisa
Meski kaya protein dan kalsium, varian yogurt manis dapat mengandung hingga 20–25 gram gula per porsi (5 ons) dari kombinasi pemanis buatan dan laktosa. Alternatif terbaik adalah memilih plain yogurttanpa gula (unsweetened).
2. Granola dan Sereal Sarapan
Produk olahan oat ini sering kali dilapisi sirup, madu, atau minyak tambahan. National Health Service (NHS) menyarankan konsumsi sereal berbahan gandum utuh murni tanpa lapisan gula.
3. Smoothie dan Jus Buah Kemasan
Proses penghancuran buah menghilangkan serat alami dan membebaskan molekul gula (free sugars) sehingga lebih cepat diserap tubuh serta berisiko merusak kesehatan gigi. NHS merekomendasikan pembatasan konsumsi jus buah maksimal 150 mililiter per hari.
4. Buah Kering
Kismis, kurma, dan aprikot kering memiliki konsentrasi gula alami yang tinggi akibat berkurangnya kadar air, bahkan beberapa produk diberi tambahan sirup.
5. Protein Bar dan Oatmeal Instan Berperisa
Penyandangan kata protein atau oat sering menyamarkan fakta tingginya kandungan pemanis artifisial dan pengawet dalam daftar bahan baku (ingredients list).
6. Selai Kacang Olahan
Berbeda dari selai kacang alami (pure nut butter), varian olahan komersial kerap ditambahi minyak nabati terhidrogenasi, garam, dan gula guna memanipulasi tekstur.
7. Saus dan Salad Dressing
Saus tomat, saus barbeku, dan dressing salad kemasan menyumbang kadar natrium dan gula tersembunyi yang cukup signifikan dalam sepiring sajian sayuran.
Dampak Makanan Ultra-Proses
Riset terbitan jurnal ilmiah The BMJ (2024) yang menganalisis 45 meta-analisis berbasis 9,9 juta partisipan menunjukkan adanya korelasi kuat antara konsumsi tinggi makanan ultra-proses (ultra-processed foods) dengan risiko komplikasi kardiovaskular, diabetes tipe 2, serta obesitas.
Para ahli menegaskan bahwa tujuan utama evaluasi nutrisi ini bukan untuk memangkas habis seluruh makanan kemasan, melainkan mendorong edukasi membaca informasi nilai gizi (nutrition facts) secara cermat sebelum bertransaksi.
[RWT]
Related Posts
- Cegah Stunting, Asisten II Pemkot Samarinda Ingatkan Pentingnya Pemenuhan Nutrisi 1.000 Hari Pertama Anak
- Dinas Ketahanan Pangan Yakin Rembuk Stunting 2023 Bisa Turunkan Angka Stunting
- Peran Gizi Sangatlah Penting Bagi Pencegahan Virus Corona
- Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anda
- 6 Alasan Air Kelapa Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes









