Daerah

Kisah Perjuangan Raja Alam asal Berau Diangkat ke Layar Lebar, Lokasi Syuting hingga ke Makassar

Kaltim Today
25 Januari 2026 10:22
Kisah Perjuangan Raja Alam asal Berau Diangkat ke Layar Lebar, Lokasi Syuting hingga ke Makassar
Cuplikan adegan tokoh pemeran Raja Alam saat proses pengambilan gambar.

TANJUNG REDEB, Kaltimtoday.co - Menyusul pengusulan Sultan Alimuddin sebagai pahlawan nasional dari Kabupaten Berau, kini kisah perjuangan sang tokoh direncanakan akan segera menyapa publik melalui film kolosal. Kisah hidup raja pertama Kesultanan Sambaliung ini akan diabadikan dalam film berjudul "Raja Alam", gelar yang melekat padanya selama masa kepemimpinan tahun 1902-1960.

Proyek ambisius ini digarap oleh sineas putra daerah Bumi Batiwakkal, Yayan, yang telah memiliki rekam jejak di industri layar kaca nasional. Menurut Yayan, pengangkatan kisah ini bertujuan untuk memperkenalkan sosok keperkasaan mendiang Raja Alam kepada generasi muda dan masyarakat luas secara lebih visual dan emosional. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui detail jasa besar sang raja, terutama dalam konsistensinya melawan penjajahan Belanda di tanah Berau.

"Kami ingin mengabadikan sejarah ini melalui layar lebar agar masyarakat tahu siapa sebenarnya tokoh perkasa dari Berau ini. Hasil produksi ini diharapkan menjadi pengingat akan jasa besar beliau bagi tanah air," ungkap Yayan pada Sabtu (24/1/2026).

Mengingat film ini mengambil latar era penjajahan, Yayan menegaskan bahwa tim produksi sangat berhati-hati dalam menyusun skenario. Mereka melakukan riset mendalam terhadap berbagai literatur dan arsip sejarah agar alur cerita tetap akurat dan tidak melenceng dari fakta aslinya. Saat ini, tim tengah memasuki tahap pematangan skenario serta merampungkan detail teknis sebelum memulai proses pengambilan gambar secara menyeluruh.

Menariknya, lokasi syuting film ini tidak hanya berpusat di Kabupaten Berau. Sesuai dengan alur sejarah aslinya, tim produksi juga akan mengambil gambar di Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasi tersebut dipilih untuk menggambarkan masa-masa sulit saat Sultan Alimuddin diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda karena perlawanannya yang gigih.

Rencana produksi film "Raja Alam" ini pun telah mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak. Selain menjadi media edukasi sejarah, film ini diharapkan mampu menjadi pemantik rasa nasionalisme bagi penontonnya. Yayan menyebut inisiasi film ini adalah bentuk penghormatan dan rasa syukur atas pengorbanan para pahlawan dari Berau.

Proses awal produksi sendiri sebenarnya telah berlangsung sejak akhir tahun 2025. Dengan persiapan yang matang, film kolosal "Raja Alam" ditargetkan dapat tayang di bioskop pada tahun ini, sekaligus mendukung momentum pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Sultan Alimuddin.

[MGN]



Berita Lainnya