DISDIKBUD BONTANG
Lewat Program Gesit, SMPN 5 Bontang Tanamkan Budaya Bersih Sejak di Kelas
BONTANG, Kaltimtoday.co - SMP Negeri 5 Bontang menerapkan program Gesit (Gerakan sampahku itu tanggung jawabku) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mangara Herry Andersen, mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan program tersebut di lingkungan sekolah.
"Program ini mampu mengedukasi siswa untuk mengenai kebersihan lingkungan sekitar," katanya, Kamis (21/5/2026).
Dirinya menjelaskan, penerapan Gesit di sekolah adalah dengan melakukan edukasi berkelanjutan. Bahkan, Kepala Sekolah hingga Guru rutin mengingatkan siswa untuk memeriksa sampah di laci meja atau dilokasi lainnya.
"Terutama ketika pulang sekolah, seringkali siswa terlupa kalau ada sampah di dalam laci meja mereka," ucapnya.
Selain itu, baginya guru juga harus memberikan contoh langsung dengan ikut mengambil sampah bersama siswa. Karena dengan menanamkan kebiasaan-kebiasaan kecil akan berdampak besar kedepannya.
"Justru kebiasaan yang dianggap sepele itu memerlukan konsistensi yang kuat," paparnya.
Lebih lanjut Herry menuturkan, salah satu upaya lainnya dalam mendukung program Gesit adalah dengan melaksanakan Jumat bersih.
"Kami memiliki agenda rutin setiap hari Jumat dengan tema yang bergantian, seperti Jumat sehat, Jumat makan bergizi, jumat olahraga dan Jumat bersih," terangnya.
Adapun kegiatan Jumat bersih tersebut dilakukan kurang lebih selama 30 menit dan difokuskan pada kebersihan di area kelas masing-masing.
Dirinya berharap dengan adanya program Gesit di lingkungan sekolah mampu meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Jika lingkungan mereka bersih, tentunya akan lebih nyaman dalam proses pembelajaran," pungkasnya.
[ADV DISDIKBUD BONTANG]
Related Posts
- Tingkat Pendidikan Generasi Muda di Kaltim Meningkat
- Jelang IKN, Peningkatan SDM di Dunia Pendidikan Harus Dipenuhi Kaltim
- Populasi Penduduk Turun 500 Ribu per Tahun, Dubes Kanasugi Kenji Persilahkan Warga Indonesia Bekerja dan Belajar di Jepang
- Komisi IV Bersyukur SMP 25 Bisa Terbangun
- 2024 Menuju Ibu Kota Baru









