Daerah
Libur Lebaran 1447 H, Penjualan Souvenir di Museum Mulawarman Tenggarong Melonjak Tiga Kali Lipat
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Ramainya arus kunjungan saat libur Idulfitri 1447 Hijriah membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil di kawasan wisata Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Di tengah fluktuasi jumlah wisatawan, pedagang souvenir di Museum Mulawarman justru merasakan peningkatan transaksi yang cukup signifikan selama momen Lebaran.
Salah satu pedagang, Muhammad Rusdi, mengaku penjualan yang biasanya berjalan normal mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir. Ia telah menjalankan usaha tersebut selama dua puluh tahun dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di kawasan wisata tersebut.
Menurutnya, pada hari-hari biasa, hasil penjualan yang diperoleh cenderung stabil. Namun ketika memasuki libur panjang Lebaran, jumlah pembeli meningkat seiring kedatangan wisatawan yang berkunjung bersama keluarga.
“Kalau hari biasa kisaran Rp200 ribuan, selama Lebaran mencapai Rp600 ribu sampai Rp700 ribu per hari,” kata Rusdi, Rabu (25/3/2026).
Beragam produk khas daerah ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari aksesoris seperti gelang dan cincin, hingga produk kerajinan dan pakaian bermotif khas Kalimantan Timur. Harga jual terbilang relatif terjangkau, diantaranya baju motif Rp 35 ribu, daster Rp 50 ribu, cincin Rp 20-30 ribu, hingga gelang mulai Rp 50-100 ribu.
Selain itu, juga memasarkan produk khas Kaltim seperti kain ulap doyo, songket, hingga tas manik-manik. Namun, yang paling sering diburu pengunjung yakni baju motif.
“Selama lebaran, yang paling laku itu baju motif Kaltim, terutama baju anak-anak,” ucapnya.
Meski penjualan meningkat selama momen libur, Rusdi mengaku, jumlah pengunjung secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan menurunnya daya beli sebagian masyarakat.
Ke depan, ia berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk mendukung promosi kawasan penjualan souvenir, agar keberadaan para pedagang semakin dikenal oleh wisatawan yang datang ke Tenggarong.
“Harapannya kawasan ini bisa lebih dikenal, sehingga pengunjung tahu ada banyak pilihan souvenir khas dengan harga terjangkau di sekitar museum,” tandasnya.
[RWT]









