Bola
Mengenang Tragedi Kelam di Lapangan Hijau: Dari Marc-Vivien Foe hingga Jesus de Miguel
Kaltimtoday.co - Dunia sepak bola kembali berduka menyusul meninggalnya penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel. Pemain berusia 30 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (3/11/2026) akibat cedera kepala serius setelah mengalami benturan keras dengan penjaga gawang FC Andorra dalam lanjutan kompetisi divisi kedua Liga Spanyol.
Tragedi yang menimpa De Miguel mengingatkan kembali pada sejumlah peristiwa kelam di masa lalu, di mana para pesepak bola profesional harus kehilangan nyawa di tengah pertandingan akibat benturan fisik maupun gangguan medis mendadak.
Berikut adalah lima tragedi kematian pesepak bola di lapangan yang pernah mengguncang dunia olahraga:
1. Marc-Vivien Foe (Juni 2003)
Gelandang tim nasional Kamerun, Marc-Vivien Foe, meninggal dunia pada usia 28 tahun setelah kolaps akibat serangan jantung di tengah laga semifinal Piala Konfederasi 2003 antara Kamerun dan Kolombia di Lyon, Prancis.
Mantan pemain Manchester City, West Ham United, dan Lyon itu sempat mendapat perawatan intensif selama 45 menit di lapangan, namun nyawanya tidak tertolong. Tragedi ini menjadi titik balik reformasi standar pemeriksaan kesehatan jantung pemain serta kesiapan unit medis darurat dan defibrilator di stadion di seluruh dunia.
2. Antonio Puerta (Agustus 2007)
Bek kiri Sevilla, Antonio Puerta, kolaps secara mendadak saat membela klubnya menghadapi Getafe di ajang Liga Spanyol. Ia mengembuskan napas terakhir tiga hari kemudian pada usia 22 tahun akibat kegagalan multiorgan setelah mengalami henti jantung berkepanjangan.
Kepergian Puerta meninggalkan duka mendalam, terutama karena tiga bulan sebelumnya ia baru saja membawa Sevilla meraih gelar juara Piala UEFA. Bek legendaris Spanyol, Sergio Ramos, kerap mengenang sahabatnya itu melalui tato dan atribut penghormatan khusus.
3. Phil O'Donnell (Desember 2007)
Kapten klub Skotlandia Motherwell, Phil O'Donnell, meninggal dunia pada usia 35 tahun akibat gagal jantung saat memimpin timnya mengalahkan Dundee United dengan skor 5-3.
Gelandang senior yang pernah memperkuat timnas Skotlandia, Celtic, dan Sheffield Wednesday itu tiba-tiba kolaps ketika hendak ditarik keluar lapangan menjelang akhir pertandingan. Insiden tersebut memicu penundaan sejumlah jadwal pertandingan Liga Skotlandia sebagai bentuk penghormatan terakhir.
4. Cristiano Junior (Desember 2004)
Penyerang asal Brasil, Cristiano Junior, meninggal dunia usai berbenturan keras dengan penjaga gawang lawan saat mencetak gol untuk klubnya, Dempo SC, pada partai final Federation Cup India melawan Mohun Bagan, 5 Desember 2004.
Pemain berusia 25 tahun itu mengalami henti jantung di lapangan dan dinyatakan meninggal dunia sekibanya di rumah sakit. Kisah hidup Junior menyisakan kepedihan mendalam karena ia merantau jauh ke India demi mengumpulkan biaya membangun rumah untuk sang ibu di Brasil.
5. Juan Izquierdo (Agustus 2024)
Bek asal Uruguay, Juan Izquierdo, mengalami gangguan irama jantung (arrhythmia) yang berujung kolaps saat membela klub Nacional menghadapi Sao Paulo pada babak 16 besar Copa Libertadores.
Izquierdo meninggal dunia lima hari kemudian pada usia 27 tahun akibat henti jantung dan pernapasan. Tragedi tersebut kian memilukan karena anak keduanya baru lahir sepuluh hari sebelum insiden nahas itu terjadi. Klub Nacional menyebut kepergian Izquierdo sebagai kehilangan yang tidak tergantikan bagi sepak bola Uruguay.
[RWT]
Related Posts
- BMKG Rilis Peringatan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 2-5 November 2026
- Sejumlah Indikator Kabupaten/Kota Sehat di Kaltim Belum Capai Target
- Menelusuri Jejak 73 Tahun Berau, dari Potret Masa Lalu hingga Wajah Masa Kini
- Autocratic Legalism: Kompleksitas Permasalahan Struktural
- Pemeran Film "Laut Bercerita" Reza Rahadian dan Eva Celia Ikut Demo, Netizen Cari Dian Sastro









