DISDIKBUD BONTANG

Minim Fasilitas dan Persiapan Mepet, Atlet Panjat Tebing Bontang Raih 4 Medali di Kejurprov Kaltim

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 17 Mei 2026 16:13
Minim Fasilitas dan Persiapan Mepet, Atlet Panjat Tebing Bontang Raih 4 Medali di Kejurprov Kaltim
Tim Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bontang menerjunkan 16 atlet dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur Kaltim 2026 yang dihelat di Samarinda. (Foto: Istimewa)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Atlet muda panjat tebing asal Kota Bontang menorehkan prestasi dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur Kaltim 2026 yang digelar di Samarinda. Dalam ajang tersebut, kontingen Bontang berhasil membawa pulang empat medali yang terdiri dari dua perak dan dua perunggu.

Torehan empat medali tersebut masing-masing disumbangkan oleh Khumairah yang meraih medali perunggu untuk kategori lead perorangan putri U-19 dan medali perak untuk kategori speed WR putri U-19. Selanjutnya, Muhammad Rasya Virhan Asyari menyumbang medali perunggu dari kategori boulder putra U-17, serta Chyntia Zora Felisca yang menyumbang medali perak di kategori boulder putri U-19.

Manajer tim FPTI Bontang, Rani Singgih, mengatakan bahwa total ada 16 atlet yang diterjunkan dalam Kejurprov tahun ini. Kontingen tersebut terdiri dari tujuh atlet putri dan sembilan atlet putra yang bertanding di nomor lead, boulder, dan speed untuk kelompok umur 13, 17, dan 19 tahun.

“Untuk setiap pertandingan pasti ada target. Dari FPTI sendiri menargetkan lima medali, tapi syukurnya anak-anak sudah maksimal dengan fasilitas yang ada saat ini,” ujar Rani Singgih.

Menurut Rani, dengan persiapan yang mepet ditambah minimnya infrastruktur latihan di Bontang, capaian ini dinilai cukup memenuhi ekspektasi tim. Selain itu, proses transisi kepengurusan FPTI dari yang lama ke kepengurusan baru turut memengaruhi proses persiapan tim menjelang kompetisi.

"Dengan kondisi yang ada saat ini, kami nilai ini sudah memenuhi target," sebut Rani.

Ke depan, Rani berharap cabang olahraga (cabor) panjat tebing di Bontang turut mendapat perhatian lebih dari pihak terkait, utamanya dalam hal fasilitas penunjang latihan serta pendanaan. Kendati cabor ini terbilang ekstrem, antusiasme anak muda terhadap panjat tebing dalam beberapa tahun terakhir dinilai cukup tinggi.

Banyaknya generasi muda yang penasaran dan ingin terlibat dianggap sebagai modal besar untuk terus memperkenalkan panjat tebing sekaligus mencari bibit muda potensial di daerah.

“Sekarang kami sudah mulai menjaring bibit-bibit atlet baru. Tinggal bagaimana pembinaan dan pemenuhan infrastrukturnya bisa lebih maksimal. Ini juga sebagai langkah awal kami persiapan Bontang sebagai tuan rumah Kejurda tahun depan," beber Rani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, mengapresiasi capaian atlet muda panjat tebing Bontang dalam ajang tingkat provinsi tersebut. Prestasi itu menunjukkan potensi atlet daerah yang tetap mampu bersaing meski berada di tengah berbagai keterbatasan.

Safa Muha mengatakan, capaian empat medali ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus mengembangkan kemampuan dan tidak ragu menekuni bidang olahraga yang diminati. Ia menilai pembinaan olahraga usia muda penting dilakukan secara berkelanjutan agar lahir regenerasi atlet berprestasi dari Bontang.

“Prestasi ini tentu membanggakan. Anak-anak sudah menunjukkan kerja keras dan semangat bertanding yang luar biasa. Harapannya ke depan dukungan terhadap pembinaan olahraga pelajar dan atlet muda bisa semakin maksimal,” tandas Safa Muha.

[TOS | ADV]


Berita Lainnya