Kutim

Pelipatan Surat Suara, KPU Kutim Libatkan 25 Petugas dengan Terapkan Protokol Kesehatan

Kaltimtoday.co, Sangatta – Tahapan memberlakukan protokol kesehatan ketat saat tahapan pelipatan surat suara Pilkada Serentak 2020. Sebanyak 25 petugas yang dipekerjakan, akan melipat 240.824 surat suara yang ditargetkan selesai H-7 sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

Proses pelipatan suara dimulai pada Kamis (19/11/2020). Selain pengaturan jarak, KPU juga melarang petugas lipat surat suara bergerombol saat melakukan pekerjaan.

Baca juga:  Gelar Webinar, PT PAMA Persada Ajak Istri Karyawan Ikut Berperan Cegah Covid-19 di Lingkungan Keluarga

KPU Kutim membayar Rp150/perlembar setiap surat suara yang terlipat. Dari pantauan di Gedung Logistik KPU Kutim yang terletak di Jalan A.W Syahranie yang merupakan lokasi pelipatan kertas suara, para pegawai yang sudah terdaftar mulai melipatan surat suara.

Ketua KPU Kutim, Ulfa Jamilatul Faridah mengatakan, jumlah pelipat surat suara sebanyak 25 orang ini sudah sesuai dengan skema protokol kesehatan. Jumlah tersebut sangat sedikit jika dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19.

“Biasanya dalam melakukan pelipatan surat suara, mereka bisa berkelompok sampai empat orang, kini cukup satu orang,” katanya, Kamis (19/11/2020).

menambahkan, selain mengatur jalannya skema prokes pada pelipat surat suara, KPU Kutim juga menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk Gedung logistik. Setiap yang akan masuk ke gedung tersebut wajib menggunakan masker dan cek suhu tubuh. Aparat dari Polres Kutim juga terus mengawal logistik pilkada ini selama 24 jam.

Pelipat surat suara, Ima (27) menyebutkan, dirinya menargetkan setiap hari bisa mendapatkan bayaran Rp150.000. Satu dus surat berisi 2.000 lembar.

“Perlu waktu sekitar 5 detik untuk melipat satu surat suara,” katanya.

Baca juga:  Menuju Pilkada 2020, Sebanyak 240.824 Lembar Surat Suara Tiba di Kutim

Dalam situasi pandemi Covid-19, dia mengaku sempat was-was ketika melakoni pekerjaan sebagai pelipat surat suara. Namun, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dia merasa nyaman.

“Awalnya untuk ikut takut-takut juga tapi penerapan protokol kesehatan cukup ketat jadi sedikit merasa amanlah untuk mengerjakannya,” tutupnya.

[El | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close