Daerah
Penduduk Berau Tumbuh Hampir 10 Ribu Jiwa per Tahun, Lonjakan Tertinggi Terjadi Saat Tahun Politik
Kaltimtoday.co, Berau - Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan setelah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengungkap pertumbuhan penduduk di daerah tersebut yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi di Kalimantan Timur, Rabu (7/10/2026).
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengatakan pertumbuhan penduduk di Berau rata-rata mencapai 4.500 hingga 5.000 jiwa setiap semester. Artinya, dalam setahun jumlah penduduk dapat bertambah hampir 10.000 jiwa.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penduduk di sejumlah kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.
Namun, fenomena paling mencolok justru terlihat pada tahun-tahun politik, terutama pada 2020 dan 2024.
David mengungkapkan, pada 2020, ketika pandemi Covid-19 membatasi mobilitas masyarakat, pertumbuhan penduduk Berau justru melonjak hingga hampir 19.000 jiwa dalam setahun. Jumlah tersebut mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan pada tahun normal.
“Pada saat pandemi Covid-19 melanda, ketika mobilitas masyarakat dibatasi, pertumbuhan penduduk Berau justru menembus angka nyaris 19.000 jiwa dalam satu tahun, atau dua kali lipat dari tahun normal,” ujarnya.
Lonjakan serupa kembali terjadi menjelang pelaksanaan Pilkada. Saat itu, pertumbuhan penduduk Berau tercatat mencapai sekitar 16.000 jiwa.
Menurut David, tingginya angka pertumbuhan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya angka kelahiran. Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya jumlah pendatang yang kemudian mengubah status administrasi kependudukannya menjadi penduduk Berau.
Ia menjelaskan, menjelang momentum Pilkada, banyak warga dari luar daerah yang selama ini tinggal di Berau beramai-ramai memperbarui dokumen kependudukan mereka, termasuk KTP dan kartu keluarga (KK).
Langkah tersebut dilakukan agar mereka dapat menggunakan hak pilih dalam pemilihan kepala daerah.
“Kenapa menjelang Pilkada mereka beramai-ramai meng-update KTP dan KK? Karena mereka ingin memilih bupati dan gubernur, tetapi tidak bisa memilih jika KTP-nya masih dari luar daerah,” kata David.
Di luar fenomena tahun politik, pertumbuhan penduduk Berau juga dipengaruhi oleh arus migrasi pekerja dari berbagai daerah. Sektor perkebunan, pertambangan, hingga pariwisata menjadi sejumlah bidang yang menarik pendatang untuk tinggal dan bekerja di Berau.
Perkembangan tersebut semakin kuat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur pasca-penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain peluang ekonomi, David menilai karakter geografis Berau turut menjadi daya tarik bagi pendatang. Berau memiliki kombinasi wilayah yang relatif lengkap, mulai dari kawasan perkotaan, pesisir dengan gugusan pulau dan laut, hingga wilayah pedalaman.
“Berau adalah satu-satunya wilayah di Kaltim yang memiliki tiga kombinasi geografis lengkap: wilayah perkotaan, pesisir dengan gugusan pulau dan laut yang indah, serta wilayah pedalaman,” jelasnya.
Menurut David, kondisi tersebut menjadi salah satu keunggulan Berau dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur.
“Banyak daerah lain yang punya kota dan pesisir, atau kota dan pedalaman saja. Tapi Berau lengkap ketiganya, sehingga menjadi daya tarik besar bagi masyarakat dari luar Kaltim seperti Sulawesi, Jawa, dan NTT untuk menetap,” pungkasnya.
[MGN | RWT]
Related Posts
- Apa Itu Presidential Threshold? Keputusan MK yang Ubah Aturan Pemilu
- MK Resmi Hapus Presidential Threshold 20 Persen
- Pakar Hukum Serukan Boikot Pilkada 2024 Jika Putusan MK Diabaikan DPR dan Pemerintah
- KPU Sahkan Hasil Rekapitulasi Suara Nasional, PDIP Menang Pileg 2024
- KPU RI Sahkan Hasil Rekapitulasi Ulang Pileg Dapil Kaltim, Kursi DPR RI Terakhir Tetap Milik PAN









