Advertorial

Penguatan Demokrasi ke-3, Shemmy Tekankan Pentingnya Literasi Politik untuk Kemajuan Daerah

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 11 April 2026 22:02
Penguatan Demokrasi ke-3, Shemmy Tekankan Pentingnya Literasi Politik untuk Kemajuan Daerah
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari, kala membuka kegiatan penguatan demokrasi daerah di Bontang. (Ist)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Anggota DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari, menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi ke-3 di Ballroom Hotel Tiara Surya, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema Literasi Politik untuk Kemajuan Daerah dan menghadirkan Kepala Kesbangpol Bontang, Deddy Haryanto sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Shemmy menegaskan pentingnya peningkatan literasi politik masyarakat sebagai fondasi dalam membangun demokrasi yang sehat di daerah. Ia menilai, pemahaman politik yang baik akan mendorong masyarakat lebih aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Literasi politik menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga mampu memahami proses, mengawal kebijakan, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” kata perempuan yang menduduki Komisi II DPRD Kaltim itu.

Sementara itu, Deddy Haryanto dalam pemaparannya menjelaskan bahwa dinamika politik yang terus berkembang menuntut masyarakat memiliki tingkat literasi politik yang memadai. Hal ini menjadi semakin penting bagi Kalimantan Timur yang kini berperan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dinamika politik yang berkembang pesat menuntut masyarakat memiliki tingkat literasi politik yang memadai. Ini penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks dan mampu memahami peran lembaga negara,” jelasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti rendahnya partisipasi politik di beberapa wilayah, minimnya pemahaman terhadap fungsi DPRD, serta meningkatnya penyebaran misinformasi di media sosial.

“Masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi DPRD, mekanisme pemilu, hingga proses perumusan kebijakan publik. Ini yang harus kita perkuat melalui pendidikan politik yang sistematis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Deddy menekankan bahwa literasi politik tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga mencakup kesadaran, sikap, hingga perilaku politik masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Komponen literasi politik meliputi pengetahuan, kesadaran, sikap, dan perilaku politik. Jika ini kuat, maka kualitas demokrasi daerah juga akan meningkat,” tegasnya.

Deddy menutup materinya dengan menekankan bahwa peningkatan literasi politik akan berdampak langsung pada kualitas demokrasi, mulai dari meningkatnya partisipasi publik hingga lahirnya pemimpin yang berkualitas.

“Semakin banyak masyarakat yang melek politik, memahami haknya, dan aktif berpartisipasi, maka demokrasi kita akan semakin kuat dan berkualitas,” tandasnya.



Berita Lainnya