Samarinda
Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Samarinda Tunggu Vaksinasi untuk Pelajar
Kaltimtoday.co, Samarinda - Meski pemerintah masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda terus mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM).
Vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan terus digenjot. Sekarang yang menjadi pekerjaan rumah, vaksinasi untuk pelajar.
Kepala Disdik Samarinda Asli Nuryadin mengatakan, pihaknya ingin vaksinasi untuk pelajar dapat segera dilaksanakan. Sebelumnya, sudah digelar di SMP Negeri 36 Samarinda. Tapi karena keterbatasan stok vaksin, vaksinasi untuk pelajar hingga saat ini belum bisa digenjot. Apalagi kewenangan mendistribusikan vaksin ada di pemerintah pusat.

"Kami ingin cepat vaksinasi pelajar, tapi tidak bisa karena kewenangan ada di pemerintah pusat. Sekarang, kami masih akan terus fokus vaksinasi ke guru dan tenaga kependidikan, sekarang sudah 64,4 persen," kata Asli Nuryadin.
Asli mengatakan, saat ini pihaknya hanya bisa menunggu. Jika tersedia, secepatnya Disdik Samarinda mengkondisikan sekolah agar pelajar bisa disuntik vaksin seperti yang digelar sebelumnya.
Dikatakan Asli, pelaksanaan vaksinasi tidak bisa bergerak sendiri. Perlu sinergi antar banyak instansi. Disdik Samarinda juga tidak bisa memaksa agar vaksinasi untuk pelajar serta merta diprioritaskan.
"Vaksinasi anak perlu untuk persiapan PTM. Bersyukur kalau mereka diprioritaskan, artinya anak akan terlindungi, kegiatan sekolah bisa digelar maksimal. Selain itu akan kami siapkan Sekolah Tangguh Covid-19 dengan menyediakan sarana protokol kesehatan," katanya.
[SNM | TOS | ADV DISDIK SAMARINDA]
Related Posts
- PLN Gelar Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen Lewat Aplikasi PLN Mobile
- Fase Pemulihan Banjir, IKEA Salurkan Bantuan untuk 364 Keluarga di Aceh Tamiang
- Jaga Inflasi dan Tingkatkan PAD, Varia Niaga Kembangkan Program Peternakan Modern
- Komisi II Siapkan Strategi Dongkrak PAD, Varia Niaga Diminta Perluas Lini Usaha
- Selidiki Puluhan Aduan SPMB, Timwas Samarinda Sebut Tak Temukan Manipulasi Sistem









