banner

DISKOMINFO KUKAR

Realisasi Investasi Capai Rp 4,8 triliun, DPMPTS Kukar Bidik Sektor Non-Ekstraktif

Supri Yadha — Kaltim Today 16 Oktober 2026 16:32
Realisasi Investasi Capai Rp 4,8 triliun, DPMPTS Kukar Bidik Sektor Non-Ekstraktif
Sekretaris DPMTSP Kukar, Sri Ridayani.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kutai Kartanegara (DPMPTS Kukar) mulai mengarahkan pengembangan investasi ke sektor non-ekstraktif melalui hilirisasi bahan baku menjadi produk bernilai tambah. Langkah ini dilakukan untuk mendorong investasi yang berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor berbasis sumber daya alam mentah.

Sekretaris DPMTSP Kukar, Sri Ridayani mengungkapkan, realisasi investasi hingga triwulan III 2026 mencapai Rp4,8 triliun.

Angka tersebut dihimpun dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar. Kendati demikian, realisasi tersebut belum mencapai target investasi tahun ini.

“Per triwulan III tahun 2026, Realisasi investasi sudah 4,8 triliun, tahun ini belum memenuhi target kurang lebih Rp 16 triliun. Karena sekarang ini kita tidak ke ekstraktif, tapi non-ekstraktif,” katanya.

Ia menjelaskan, arah investasi saat ini mulai bergeser dari sektor ekstraktif menuju non-ekstraktif, dengan menitikberatkan pada pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.

“Kalau dulu kita ekstraktifnya bahan bakunya, terus sekarang itu sudah harus ke hilirisasinya,” sambungnya.

Ia mencontohkan, komoditas kelapa sawit yang dapat diolah menjadi berbagai produk turunan. Tidak hanya menghasilkan crude palm oil (CPO), pengolahan lebih lanjut juga dapat menghasilkan minyak goreng dan produk lainnya.

“Kayak misalnya kelapa sawit itu CPO-nya, dan CPO itu sudah diolah menjadi minyak goreng. Nah, itu non-ekstraktifnya,” jelasnya.

Sri menyebut, pengembangan sektor non-ekstraktif masih dalam tahap pemetaan untuk menentukan potensi dan arah pengolahannya. Pemerintah daerah juga berupaya menyusun roadmap sebagai panduan pengembangan hilirisasi di Kukar.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mempersiapkan keberlanjutan ekonomi daerah, mengingat sumber daya alam seperti batu bara dan kelapa sawit berpotensi mengalami penurunan seiring waktu.

“Karena bahan baku kayak batu bara dan sawit ini kan sudah akan berangsur habis. Nah, bagaimana hilirisasinya, sudah kita upayakan,” tandasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR] 



Berita Lainnya