Otomotif
Rugi Besar Sejak 70 Tahun Berdiri, Honda Batalkan Target Kendaraan Listrik 2040 dan Beralih ke Hybrid
Kaltimtoday.co - Honda Motor Co. membatalkan target jangka panjang penjualan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), termasuk rencana transisi penuh menuju kendaraan listrik dan fuel-cell vehicle pada 2040.
Keputusan tersebut diambil setelah Honda membukukan kerugian tahunan pertama dalam hampir 70 tahun sejak perusahaan melantai di bursa pada 1957.
Honda disebut terpukul biaya restrukturisasi bisnis EV yang mencapai lebih dari US$ 9 miliar atau sekitar Rp 146,7 triliun. Kondisi itu membuat perusahaan mulai mengalihkan fokus ke pengembangan kendaraan hybrid berteknologi efisien.
Tunda Proyek EV Jumbo di Kanada
CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaan juga menangguhkan proyek EV senilai US$ 11 miliar atau sekitar Rp 179,3 triliun di Kanada untuk waktu yang belum ditentukan.
Proyek tersebut sebelumnya dirancang menjadi investasi terbesar Honda di Kanada, termasuk pembangunan fasilitas produksi mobil listrik dan baterai.
Honda sebelumnya juga telah menggelontorkan miliaran dolar untuk pengembangan platform khusus 0 Series yang menjadi basis tiga model EV, yakni Honda 0 Series SUV, Honda 0 Series Saloon, dan Acura RSX.
Namun, ketiga model tersebut akhirnya dibatalkan sebelum masuk tahap produksi massal.
Honda Fokus ke Mobil Hybrid
Ke depan, Honda akan memfokuskan strategi bisnis pada kendaraan hybrid sambil tetap melakukan efisiensi biaya secara besar-besaran.
Perusahaan optimistis dapat kembali mencetak laba pada akhir tahun ini berkat pertumbuhan bisnis sepeda motor dan langkah penghematan yang dilakukan.
Honda juga mengungkapkan dua model hybrid baru akan diluncurkan pada 2028 menggunakan platform generasi terbaru.
Pabrikan asal Jepang itu mengklaim sistem hybrid terbaru tersebut akan menjadi “powertrain paling efisien di dunia” dengan peningkatan efisiensi lebih dari 10% dibandingkan teknologi yang diperkenalkan pada 2023.
Siapkan 15 Model Hybrid Baru
Dalam presentasi bisnis terbarunya, Honda memperlihatkan konsep sedan empat pintu dan crossover baru. Sedan tersebut menggunakan logo Honda, sementara model SUV memakai merek Acura.
Kedua kendaraan itu disebut memiliki desain yang mirip dengan model EV 0 Series yang sebelumnya dibatalkan.
Honda menargetkan meluncurkan sedikitnya 15 model baru berbasis teknologi hybrid hingga Maret 2030 dengan pasar Amerika Serikat menjadi fokus utama.
Mayoritas model baru tersebut diperkirakan berupa SUV all-wheel drive untuk memenuhi permintaan pasar AS.
Untuk mendukung strategi tersebut, Honda akan menginvestasikan 4,4 triliun yen atau sekitar US$ 28 miliar dalam tiga tahun ke depan untuk pengembangan mobil bensin dan hybrid.
Sementara itu, pengembangan EV masa depan hanya memperoleh alokasi investasi sekitar US$ 5 miliar dan sebagian besar ditujukan untuk pasar luar negeri.
[RWT]
Related Posts
- Modus Dalami Ilmu Agama, Pimpinan Ponpes di Tenggarong Seberang Diduga Cabuli 11 Santriwati Sejak 2021-2024
- Jangan Patah Semangat! Ini 5 Jalur Mandiri PTN Favorit yang Masih Buka Pendaftaran Juni 2026
- Warung di KM 38 Samboja Ludes Terbakar, Pemilik Alami Luka Bakar di Kepala dan Tangan
- NISN dan NIK Tidak Ditemukan Saat Cek PIP Juni 2026? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusinya
- Distransnaker Kukar Siapkan Alternatif bagi Pekerja Terdampak PHK Tambang









