DPRD SAMARINDA

Samri Dorong PJJ Diperpanjang Jika Asap Masih Membahayakan

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 23 September 2026 20:24
Samri Dorong PJJ Diperpanjang Jika Asap Masih Membahayakan
Ilustrasi PJJ. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, meminta pemerintah mempertimbangkan perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi udara akibat kabut asap masih membahayakan kesehatan peserta didik.

Menurut Samri, keputusan memperpanjang pembelajaran daring perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika kabut asap masih pekat dan kualitas udara belum memungkinkan untuk kegiatan belajar tatap muka, kesehatan siswa harus menjadi pertimbangan utama.

“Kalau kondisinya memang masih tidak memungkinkan, masih membahayakan, kita meminta kepada pemerintah, terutama di pendidikan, untuk bisa melanjutkan proses belajar mengajar secara daring,” ujar Samri.

Ia menilai paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak yang harus beraktivitas di luar rumah.

“Ini demi menjaga kesehatan, karena kondisi ini kan berbahaya juga bagi kesehatan. Jadi kalau kondisinya memang tidak memungkinkan, lebih baik diperpanjang,” katanya. 

Selain meminta perlindungan bagi peserta didik, Samri mengimbau masyarakat lebih berhati-hati selama kemarau panjang dan kondisi kabut asap masih terjadi. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

“Jadi kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama menggunakan masker ketika keluar rumah untuk menjaga kesehatan,” ujarnya.

Samri juga mengapresiasi upaya pemerintah kota, pemerintah provinsi, serta relawan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak meluas.

Ia berharap penanganan karhutla dapat segera membuahkan hasil sehingga kondisi asap di Samarinda kembali membaik.

“Mudah-mudahan kondisi ini cepat berlalu. Pemerintah kota maupun provinsi juga sudah berusaha menanggulangi kondisi ini supaya kebakaran hutan dan lahan itu tidak membesar. Semua, termasuk relawan, juga berusaha menanggulangi kejadian ini,” pungkasnya.

[RWT | ADV DPRD SAMARINDA] 



Berita Lainnya