Internasional

Trump Tolak Tawaran Iran Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari

Kaltim Today
27 September 2026 17:54
Trump Tolak Tawaran Iran Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari
Presiden AS Donald Trump menyampaikan keterangan pers terkait Iran di Gedung Putih, Sabtu (26/9/2026).

WASHINGTON, Kaltimtoday.co - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam keterangannya kepada para wartawan di Gedung Putih, Washington, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat.

Sebelumnya, Iran mengusung inisiatif tersebut pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa (22/9/2026).

Teheran menyampaikan proposal perdamaian itu kepada AS melalui perantara Qatar yang bertindak sebagai mediator kedua negara.

Dalam usulannya, Iran menyatakan sanggup membuka kembali jalur pelayaran strategis dunia tersebut sekaligus mengakhiri pertempuran dalam tenggat tujuh hari.

Kendati demikian, Trump menegaskan secara terbuka bahwa pihak pemerintah Amerika Serikat telah memutuskan untuk menolak penawaran dari Teheran.

"Saya menolak proposal mereka. Saya menolak kesepakatan mereka," tegas Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Trump menyebut Iran mengajukan kesepakatan pembukaan jalur perairan tersebut lantaran berada di posisi yang terdesak dalam konflik.

"Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka Selat Hormuz karena mereka kalah telak. Kita menang luar biasa," kata Trump.

Ia menambahkan bahwa motif utama Iran mengajukan proposal pemulihan alur pelayaran tersebut berakar pada tekanan finansial yang tengah dihadapi.

Menurut Trump, Teheran sangat bergantung pada alur perdagangan di kawasan tersebut untuk menyokong perekonomian negara mereka.

"Maksud saya, mereka mendapatkan uang dari Selat Hormuz," ujar Presiden AS berusia 80 tahun tersebut.

Sebagai respons konflik, Amerika Serikat sebelumnya menerapkan blokade ekonomi terhadap Iran untuk menekan Teheran agar menyetujui pembukaan Selat Hormuz.

Langkah embargo tersebut berdampak drastis pada penurunan distribusi pasokan energi serta armada pengiriman logistik internasional yang melintasi kawasan perairan antara Oman dan Iran.

[TOS]



Berita Lainnya