DISDIKBUD BONTANG
Upaya SMPN 9 Bontang Utara Tingkatkan Kesadaran Pendidikan, Sediakan Kuota Bagi Anak Pesisir
BONTANG, Kaltimtoday.co - Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Bontang Utara, Lilyn Indriyawati, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hal yang harus terus dilanjutkan hingga jenjang tertinggi.
Pesan tersebut diucapkan bukan tanpa alasan. Pasalnya, SMPN 9 Bontang Utara merupakan lembaga pendidikan yang lokasinya terdekat dengan pulau Gusung.
Pulau Gusung sendiri merupakan pulau berpenghuni di lepas pantai Bontang yang dikenal sebagai permukiman nelayan di atas air sekaligus destinasi wisata yang sedang dikembangkan.
Gusung terletak di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, sekitar 6 mil dari daratan Kota Bontang. Dapat ditempuh menggunakan speedboat selama 20-30 menit dari pelabuhan Loktuan, Tanjung Limau, atau Bontang Kuala.
Dengan jarak yang jauh dari daratan dan juga hanya memiliki satu lembaga pendidikan yaitu SD 011 Bontang Utara, menyebabkan tingginya angka putus sekolah di daerah tersebut.
Atas fenomena tersebut, Lilyn Indriyawati, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan kuota bagi siswa dari kawasan pesisir seperti Gusung dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.
"Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah pesisir yang selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam mengakses pendidikan lanjutan," katanya, Senin (11/5/2026).
Dirinya juga menyampaikan, pihaknya terus berupaya agar anak-anak Gusung bisa tetap mendapatkan akses pendidikan dan jangan sampai putus sekolah.
"Akses pendidikan bagi siswa di kawasan pesisir harus tetap menjadi perhatian agar tidak ada anak yang berhenti sekolah setelah lulus SD," ucapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan regulasi yang berlaku, kuota yang tersedia untuk siswa dari wilayah pesisir sebanyak lima orang. Namun dari data sementara yang diterima pihak sekolah, terdapat sekitar 14 lulusan dari kawasan Pulau Gusung.
"Kami akan memikirkan langkah antisipasi agar seluruh calon siswa tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan," tegasnya.
Lilyn tidak ingin keterbatasan kuota justru membuat anak-anak di wilayah pesisir kehilangan akses belajar di tingkat SMP.
"Jika jumlah pendaftar nantinya melebihi kapasitas yang tersedia, kami akan berkoordinasi dengan Disdikbud Bontang untuk mencari solusi terbaik sesuai aturan yang berlaku," paparnya.
Lebih lanjut dirinya menerangkan, hingga saat ini masih ada sebagian orang tua di wilayah pesisir yang memilih anaknya langsung bekerja membantu keluarga atau menikah di usia muda dibanding melanjutkan sekolah ke jenjang SMP.
"Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini bukan hanya persoalan kuota atau fasilitas pendidikan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan lanjutan bagi anak-anak," ujarnya.
Ia berharap, dengan pendekatan persuasif kepada orang tua, dapat membuat mereka bisa memahami bahwa pendidikan merupakan hal yang penting bagi masa depan.
[RWT | ADV DISDIKBUD BONTANG]
Related Posts
- Libatkan Karyawan, Pupuk Kaltim Salurkan Hewan Kurban untuk Ribuan Penerima Manfaat di Bontang
- Hadapi Perkembangan Zaman, Saparuddin Minta Guru Maksimalkan Digitalisasi Pendidikan
- Kurangi Potensi Banjir, DPUPR Bontang Siapkan Drainase Primer Bontang Barat
- SDN 010 Bontang Ingin Terapkan Lima Hari Sekolah, Terkendala Musala
- Dua Guru Pensiun Tahun Ini, SDN 010 Bontang Pastikan Pembelajaran Tetap Optimal









