Daerah

Usai Viral Foto di Singapura, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Enggan Layani Doorstop Wartawan

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 13 Oktober 2026 16:37
Usai Viral Foto di Singapura, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Enggan Layani Doorstop Wartawan
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat hendak di doorstop media namun enggan memberikan komentar atas lawatannya ke Singapura. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menjadi sorotan setelah perjalanannya ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan kesehatan ramai diperbincangkan di media sosial.

Usai kembali dari Singapura, Rudy Mas’ud enggan melayani doorstop atau wawancara singkat dengan awak media yang berupaya meminta keterangan secara langsung. 

Momen tersebut terjadi saat awak media mencoba mengonfirmasi sejumlah hal kepada orang nomor satu di Kaltim itu, Selasa (13/10/2026) pukul 15.20 WITA.

Setelah audiensi bersama Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar beserta jajaran, Rudy Mas'ud sempat mengantar keluar di halaman rumah jabatannya. Beberapa wartawan meminta untuk wawancara, namun tidak digubris. 

Beberapa satpol dan para ajudan, sempat menghalangi wartawan untuk sesi doorstop dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Rudy Mas'ud mengenai lawatannya ke Singapura. 

Sebelumnya, Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi mengonfirmasi bahwa agenda Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud ke Singapura, yakni menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Mount Elizabeth.

"Medical check up di Singapura. Pakai biaya pribadi, bukan APBD," tutur Ririn.

Ririn menjelaskan bahwa, Gubernur telah mendapat izin lisan dari Mendagri. Permohonan tertulis juga telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri secara paralel, mengingat keberangkatan dilakukan pada akhir pekan saat hari kerja administrasi sedang libur. 

Meski begitu, pihak Diskominfo telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik usai viralnya foto Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Singapura. Apalagi, masyarakat Kaltim saat ini tengah menghadapi situasi ekonomi yang tidak stabil dan bencana karhutla yang belum terkendali total.

"Kami menyampaikan permohonan maaf jika perjalanan ini menimbulkan pertanyaan, kekecewaan, atau persepsi yang kurang berkenan. Kepekaan dan empati terhadap kondisi masyarakat tetap menjadi perhatian kami," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya