DISKOMINFO BONTANG
Wali Kota Neni Minta ASN Bontang Berhemat, Prioritaskan Anggaran untuk Program Masyarakat
BONTANG, Kaltimtoday.co - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bontang menerapkan pola hidup dan budaya kerja yang lebih hemat di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar berbagai program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap dapat berjalan.
Wali Kota Neni menjelaskan, jangan sampai berbagai kegiatan prioritas untuk warga tak terlaksana akibat ketiadaan dana. Menurutnya, dengan melakukan penghematan, misalanya tidak menghabiskan anggaran untuk acara seremonial atau konsumsi, kegiatan warga bisa tetap terlaksana.
Selain itu, efisiensi tidak harus mengorbankan kesejahteraan pegawai. Pemkot Bontang, kata dia, masih berupaya mempertahankan berbagai hak ASN, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), selama kinerja pegawai tetap terjaga.
“Saya ingin kesejahteraan pegawai tetap dipertahankan. Banyak kegiatan yang tadinya ada konsumsi, enggak usah pakai konsumsi dulu, bawa tumbler dari rumah. Kalau kinerjanya bagus, TPP-nya juga bisa kita pertahankan,” ujarnya.
Menurutnya, penghematan dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kegiatan pemerintahan. Ia menilai pelaksanaan rapat maupun agenda kedinasan tidak boleh terhambat hanya karena tidak tersedia konsumsi atau fasilitas pendukung lainnya.
“Jangan sampai kegiatan enggak jalan gara-gara enggak ada konsumsi atau enggak ada uang. Tetap jalan. Yang penting program dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” katanya.
Selain alasan efisiensi, Wali Neni menyebut kebijakan penghematan yang diterapkan Pemkot juga berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan. Salah satunya melalui imbauan puasa Senin dan Kamis yang telah dituangkan dalam surat edaran pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga mengurangi penggunaan botol air minum kemasan, gelas sekali pakai, hingga konsumsi kertas dalam kegiatan pemerintahan. Dengan demikian, jumlah sampah dan emisi yang dihasilkan dapat ditekan.
“Kenapa saya ingin ada puasa Senin dan Kamis? Di samping memperkuat iman dan takwa, juga untuk membantu penurunan emisi gas rumah kaca. Saya sudah minta Dinas Lingkungan Hidup menghitung seberapa besar pengurangan sampah dan kontribusi yang bisa kita berikan untuk lingkungan melalui kebiasaan ini,” tandasnya.
[ADV DISKOMINFO BONTANG]
Related Posts
- Dikembangkan MAN Bontang, Aplikasi Tengok Tetangga Siap Diperluas ke Sekolah dan Masyarakat
- Kemensos Buka Lowongan 3.053 PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026, Pendaftaran Mulai 8 Juni!
- Pastikan Budaya dan Tradisi Lokal Tak Tergerus, Heri Kiswanto Dorong Aturan Adat di Bontang Kuala
- Dukung PP Tunas, Wali Kota Neni Minta Orangtua Awasi Penggunaan Medsos Anak
- Wali Kota Neni Kukuhkan Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Bontang, Tekankan Peran Cegah Stunting dan Putus Sekolah









