Daerah

25 Ruko Terdampak Kebakaran di Pasar Segiri Belum Dibenahi, Disdag Tunggu Hasil Uji Kelayakan Bangunan

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 05 Mei 2026 16:40
25 Ruko Terdampak Kebakaran di Pasar Segiri Belum Dibenahi, Disdag Tunggu Hasil Uji Kelayakan Bangunan
Potret sejumlah ruko di Pasar Segiri terdampak kebakaran yang masih menunggu pembenahan. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Penanganan pascabencana kebakaran yang melanda kawasan Pasar Segiri beberapa waktu lalu terus diupayakan. Terbaru, sebanyak 148 pedagang di losmen sayur terdampak kebakaran dijadwalkan bisa kembali melakukan aktivitas jual beli seperti semula dalam pekan itu. 

Sementara itu, sebanyak 25 unit ruko beton yang terdampak hingga saat ini masih dalam kondisi rusak dan belum diperbolehkan untuk dilakukan pembenahan atau renovasi dalam bentuk apa pun. 

Langkah ini diambil karena bangunan permanen tersebut masih harus melewati serangkaian uji kelayakan teknis guna memastikan keamanan struktur sebelum diputuskan apakah akan diperbaiki atau justru dibangun ulang secara total.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa hingga saat ini proses pengujian tersebut belum terlaksana sehingga ruko-ruko tersebut belum bisa disentuh untuk pemulihan. 

“Untuk bagian (ruko) itu kita harus menempuh uji kelayakan dulu. Nah tapi ini masih belum dilakukan,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait progres pemulihan pasar. Ketegasan pemerintah juga menyasar pada larangan bagi para pedagang untuk melakukan perbaikan secara mandiri tanpa koordinasi teknis dari dinas terkait demi menghindari risiko keamanan dan keselamatan di masa depan.

Larangan renovasi mandiri ini didasari oleh karakteristik material bangunan yang mayoritas berbahan beton, yang memiliki tingkat risiko kegagalan struktur berbeda dengan bangunan berbahan kayu. Nurrahmani menegaskan bahwa renovasi sementara tidak dimungkinkan jika hasil kajian nantinya justru menganjurkan pembangunan ulang secara menyeluruh agar bangunan benar-benar kokoh. 

“Enggak bisa kalau mau direnovasi sementara anjurannya adalah membangun ulang. Karena bangunan bermaterial beton enggak sama treatment-nya dengan kayu,” tegasnya.

“Memperbaiki secara mandiripun memang tidak kami perkenankan. Karena kami masih menunggu uji kelayakan dulu,” tambah Nurrahmani lagi.

Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas perdagangan di 25 ruko yang rusak masih terhenti total hingga hasil kajian kelayakan resmi diterbitkan oleh Dinas PUPR. 

Adapun sebanyak 148 losmen sayur kini telah selesai dibenahi dengan mengusung konsep bangunan semi permanen agar pedagang bisa segera kembali berjualan.

Dinas Perdagangan memastikan bahwa ratusan lapak sayur tersebut dijadwalkan akan segera beroperasi kembali dalam pekan ini untuk memulihkan roda ekonomi di pasar tersebut. 

“Kalau yang 148 lapak itu sudah dibaiki semua dengan konsep bangunan semi permanen dan dalam pekan ini dijadwalkan akan kembali beroperasi seperti semula,” pungkas Nurrahmani. 

[RWT]



Berita Lainnya