Nasional

9 WNI Relawan Kemanusiaan Gaza Diculik Israel, Menko Yusril Siapkan Langkah Hukum

Network — Kaltim Today 19 Mei 2026 08:28
9 WNI Relawan Kemanusiaan Gaza Diculik Israel, Menko Yusril Siapkan Langkah Hukum
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra (tengah). (Dok. Setneg)

Kaltimtoday.co - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia siap mengambil langkah hukum yang tegas terkait dugaan penahanan dan penculikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh tentara Israel.

Insiden memprihatinkan ini menimpa dua jurnalis media nasional serta tujuh relawan kemanusiaan yang tergabung dalam armada kapal internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Rombongan kapal tersebut dilaporkan dicegat secara paksa oleh militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, saat tengah berlayar membawa misi bantuan kemanusiaan menuju wilayah Jalur Gaza, Palestina.

Dalam pernyataannya di Gedung PPHUI Jakarta pada Senin (18/5/2026), Yusril menegaskan pentingnya klarifikasi segera dari pihak internasional demi menjamin keselamatan para WNI dan menegakkan kebebasan serta hak hidup yang bebas dari tekanan eksternal.

Walaupun hingga saat ini pihak kementerian masih mengumpulkan informasi mendalam dan kronologi utuh di lapangan, pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk mencari fakta sebanyak-banyaknya. Melalui Kementerian Luar Negeri, koordinasi intensif terus digodok agar perlindungan hak-hak kekonsuleran dan kepastian kondisi fisik serta mental para WNI yang ditahan dapat dipastikan secepat mungkin.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), dua jurnalis Republika yang ikut ditahan dalam peristiwa penyergapan tersebut diidentifikasi atas nama Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang saat itu sedang menjalankan tugas jurnalistik resmi.

Sementara itu, tujuh relawan kemanusiaan tanah air yang turut dilaporkan hilang kontak dan ditahan adalah Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo.

[RWT] 



Berita Lainnya