PEMKAB BERAU

Ancur Padas hingga Puncak Rasul, Pemkab Berau Dorong Kuliner Lokal Go Wisata

Kaltim Today
23 September 2026 20:32
Ancur Padas hingga Puncak Rasul, Pemkab Berau Dorong Kuliner Lokal Go Wisata
Saat Wabup Berau, Gamalis meninjau stand festival jajanan tradisional. (Miko/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong kuliner tradisional menjadi bagian dari strategi promosi pariwisata daerah. 

Beragam makanan khas seperti Ancur Padas, Puncak Rasul hingga jajanan tradisional lainnya dinilai memiliki potensi untuk memperkuat daya tarik wisata Berau.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis, saat membuka Lomba Ancur Padas, Puncak Rasul dan Festival Jajanan Kue Tradisional di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216.

Gamalis mengatakan, kekayaan kuliner merupakan bagian dari kebudayaan yang perlu terus dikenalkan, baik kepada generasi muda maupun wisatawan. 

Menurutnya, festival kuliner dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan makanan khas Berau secara lebih luas.

“Adanya lomba kuliner khas Berau hari ini tentu dapat menjadi sebuah ajang promosi kebudayaan Kabupaten Berau, khususnya di bidang kuliner. Kita memiliki makanan khas seperti Pagaddi Angka 8, Ancur Padas dan lain sebagainya,” ujar Gamalis.

Ia menilai, promosi kuliner tidak cukup hanya dilakukan melalui festival. Pemerintah daerah perlu memperluas pengenalan makanan tradisional melalui sektor pariwisata, salah satunya dengan menggandeng industri perhotelan.

Karena itu, Gamalis mendorong hotel-hotel di Berau untuk menyajikan makanan khas daerah sebagai salah satu menu bagi para tamu.

Dengan begitu, wisatawan tidak hanya dapat menikmati destinasi wisata, tetapi juga mengenal kekayaan kuliner lokal.

“Dalam sektor pariwisata dan promosi budaya, kita bisa mendorong pengembangan kuliner tradisional Berau bersama pihak industri perhotelan, sehingga kuliner khas Berau bisa disajikan sebagai menu sarapan bagi para tamu,” katanya.

Selain menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata, pengembangan kuliner tradisional juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Untuk itu, Gamalis meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) lebih aktif memberdayakan kelompok masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM, agar produksi Ancur Padas dan Puncak Rasul dapat dilakukan secara lebih produktif.

“Selain dipromosikan di hotel dan media sosial, kita juga bisa mulai menyajikan Ancur Padas di berbagai kegiatan di daerah, seperti kegiatan pelatihan, bimtek, pembukaan event dan lain sebagainya,” tuturnya.

Gamalis juga berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, industri perhotelan dan content creator dapat membuat kuliner tradisional Berau semakin dikenal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Saya juga mengajak para content creator untuk ikut mengenalkan tradisi dan kekayaan kuliner Berau melalui media sosial. Sehingga, saya berharap promosi tersebut dapat memperluas jangkauan pengenalan kuliner khas Berau hingga ke luar daerah,” tandasnya.

[MGN | ADV PEMKAB BERAU] 



Berita Lainnya