Opini
Bankganti: Patahnya Tradisi "Orang Dalam" di Bankaltimtara
Catatan: Rizal Effendi (Mantan Wali Kota Balikpapan)
HANYA menunggu waktu Direktur Utama Bankaltimtara segera diganti. Malah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (HARUM) terkesan sudah tak sabar. Bocoran dari RUPS terakhir sebelum Lebaran begitu. Hanya Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang yang meminta prosesnya setelah Lebaran saja.
Kursi Dirut Bankaltimtara saat ini diduduki Muhammad Yamin. Dia orang daerah, lulusan Fakultas Ekonomi Unmul, dan lama berkarier di Bankaltimtara. Dia dilantik 11 September 2020 menjadi Dirut ke-6 setelah Zainuddin Fanani.
Sebenarnya masih dua tahun lagi masa jabatan Yamin di periode kedua ini (2024-2028). Namun, Gubernur HARUM mewakili pemegang saham terbesar atau Pemegang Saham Pengendali (PSP) dalam RUPS Tahun Buku 2025 meminta dilakukan percepatan penggantian.
Alasan penggantian M. Yamin masih belum jelas. Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menyatakan pihaknya belum mendapat penjelasan resmi. “Kami Komisi II tidak dilibatkan dalam prosesnya. Bahkan kami baru mengetahui dari pemberitaan media,” katanya.
Dua Calon "Impor" dan Jejak Rekamnya
Calon pengganti Yamin ada dua: Romy Wijayanto dan Amri Mauraga. Keduanya sudah lulus tes dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Amri pernah menjabat sebagai Dirut Bank Sulselbar, namun mengundurkan diri pada Februari 2022.
Dalam catatan media, Amri dikenal akrab dengan mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Bank Sulselbar yang dipimpinnya pernah memberikan bantuan Rp400 juta ke masjid milik sang gubernur. Ketika Nurdin diadili dalam kasus korupsi, Amri sempat ditarik sebagai saksi.
Sedang Romy datang dari Jakarta. Dia mantan Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI. Sebagai bukti keandalannya, dia banyak meraih penghargaan, termasuk salah satu dari 20 CFO terbaik. Namun, Romy menurut kabar juga sempat bermasalah dan keluar dari Bank DKI karena sesuatu hal.
Siapa pun yang terpilih, kita tidak “happy.” Tradisi kepemimpinan di Bankaltimtara yang selama ini selalu dari SDM lokal akhirnya terpatahkan. Padahal, kualitas orang daerah tidak kalah. Darah Zainuddin Fanani dan Aminuddin adalah asli darah Kaltim dan Bankaltimtara.j
Mengesampingkan Sumber Lokal?
Gubernur Rudy Mas’ud sepertinya punya interest lain. Meski dia sendiri lulusan Unmul sampai doktornya, tapi terkesan mengesampingkan sumber lokal. Yang penting sesuai hasratnya, meski harus “impor” pemimpin dari luar. Mungkin ini bagian dari konsep menjaga “marwah” Kaltim.
Selain Dirut, HARUM juga mengganti “dua srikandi” Bankaltimtara: Direktur Kredit Siti Aisyah dan Direktur Operasional Yenni Israwati. Padahal ada calon internal seperti Ivan Kusnandar dan Ismunandar Azis, namun keduanya terlempar.
Untuk posisi Komisaris Utama (Komut), calon barunya adalah Achmad Syamsuddin, mantan Dirut BPD Sumsel Babel. Komut sebelumnya, Zainuddin Fanani, tidak diperpanjang lagi. HARUM sepertinya memang tak mau orang dalam lagi.
Sebenarnya sempat ada calon Komut dari Balikpapan, yakni Imansyah (mantan OJK Pusat). Namun karena proses di Bankaltimtara terlalu lama, dia malah “hijrah” menjadi komisaris di Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
Capaian Yamin yang Terabaikan
Yamin dilantik saat wabah Covid-19 merela. Di bawah kepemimpinannya, Bankaltimtara tetap survive. Dia berhasil meyakinkan Pemprov dan DPRD sehingga pada 2023 ada tambahan modal Rp3,4 triliun. Posisi Bankaltimtara pun masuk dalam kategori KBMI 2 (modal inti Rp6–14 triliun).
Yamin juga membawa Bankaltimtara berkiprah di IKN dengan melakukan groundbreaking kantor cabang khusus yang dihadiri langsung Presiden Jokowi pada 1 Maret 2024. Dia bahkan baru saja dinobatkan sebagai TOP CEO BUMD 2025 oleh majalah TopBusiness.
Dalam kaitan “ngebon” pemimpin luar ini, saya teringat kritik Sudarno (saat ini Tim Ahli Gubernur) soal masuknya dosen luar ke Dewas RSUD milik Pemprov. Sudarno bilang itu beraroma capital outflow dan menzalimi SDM lokal. Tapi dalam kasus Bankaltimtara, saya tidak tahu apakah Sudarno masih bisa berteriak vokal seperti kemarin? (*)
*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co
Related Posts
- Komunitas Pers Desak Pemerintah Hapus Klausul Perjanjian Dagang Indonesia-AS yang Ancam Perpres Publisher Rights
- Gubernur Kaltim Fasilitasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kawasan Aset Pemprov hingga Mobil Videotron Keliling
- Siap Maju di Pilkada Samarinda, Iswandi Tegaskan Patuhi Mekanisme PDI Perjuangan
- PT Wana Hijau Pesaguan Gelar Panen Jagung di Program Multi Usaha Kehutanan
- Sentil Proyek Teras Samarinda hingga Pasar Pagi, PDIP Dorong Pemkot Gunakan Konsep Trisakti








