Bontang

Bekali Siswa Soal Kesehatan Fisik dan Mental, MAN Bontang Gelar Edukasi Ramah Anak

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 28 April 2026 10:09
Bekali Siswa Soal Kesehatan Fisik dan Mental, MAN Bontang Gelar Edukasi Ramah Anak
MAN Bontang menggelar edukasi dan pendampingan berbasis ramah anak bertema “Remaja Sehat, Tangguh, dan Bertanggung Jawab”. (Ist).

BONTANG, Kaltimtoday.co - MAN Bontang menggelar edukasi dan pendampingan berbasis ramah anak bertema “Remaja Sehat, Tangguh, dan Bertanggung Jawab'', Selasa (28/04/2026). Dipusatkan di Ruang Pertemuan MAN Bontang, kegiatan ini digelar guna memberikan pemahaman pada siswa tentang kesehatan fisik, mental, dan sosial. 

Kepsek MAN Bontang, Sugianoor, dalam sambutannya menegaskan bahwa madrasah memiliki peran stategis membentuk generasi muda. Bukan saja unggul secara akademik dan bernilai islami, tapi juga memiliki ketagguhan karakter serta sadar akan kesehatan diri. 

“Madrasah harus mampu membentengi siswa dari pengaruh negatif lingkungan dan perkembangan teknologi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ahmad Muhaedi, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 60 siswa kelas 10 dan 11. Kegiatan ini bukan saja bertujuan memberi pemahaman menyeluruh tentang kesehatan fisik, mental dan sosial. Lebih dari itu, ia bertujuan untuk membekali siswa agar mampu menjaga diri dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

''Kami berharap anak-anak bisa mengambil banyak pembelajaran baik dari kegiatan ini,'' harapnnya. 

Dua orang narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini. Mereka adalah dr. Fatimatuz Zahro dari Puskesmas Bontang Utara dan Siti Muhtadah Fitriani dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang. 

Pada sesi pagi, dr. Zahro memaparkan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan jati diri, sehingga siswa perlu memiliki kesadaran diri untuk mengenali potensi, memahami kelebihan dan kekurangan, serta mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan remaja tidak hanya mencakup fisik, tetapi juga mental dan sosial. Dari sisi fisik, siswa diingatkan untuk menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta memenuhi kebutuhan istirahat. Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjauhi perilaku berisiko seperti merokok, penggunaan vape, dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.

Dalam aspek kesehatan mental, dr. Zahro menekankan pentingnya kemampuan mengelola stres dan emosi, membangun rasa percaya diri, serta keberanian untuk berbicara dan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan. Ia juga mengajak siswa untuk tidak memendam masalah sendiri dan membangun komunikasi yang sehat dengan orang tua, guru, maupun teman yang dipercaya.

Lebih lanjut, siswa dibekali pemahaman tentang masa pubertas sebagai bagian dari proses alami yang perlu disikapi dengan bijak. Ia menegaskan pentingnya menjaga batasan dalam pergaulan, menghargai diri sendiri, serta berpegang pada nilai agama dan moral sebagai benteng utama dalam kehidupan.

Dalam era digital, dr. Zahro juga mengingatkan agar siswa bijak dalam menggunakan media sosial. Penggunaan gawai harus diarahkan pada hal-hal positif, menghindari kecanduan, serta mampu menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif.

“Sehat fisik, kuat mental, dan baik akhlak adalah kunci utama dalam menghadapi masa depan,” pesannya.

Pada sesi siang, dilaksanakan konseling kelompok bagi 15 siswa yang difokuskan pada penguatan pengelolaan emosi, pemahaman batasan diri, serta kesiapan menghadapi tekanan dalam pergaulan dan media sosial.

Pengawas Pendidikan mewakili Kasi Pendis Kemenag Kota Bontang, Khaerana, S.Ag., menilai program ini strategis dalam membentuk generasi yang sehat secara jasmani dan rohani.

“Remaja perlu dibekali pemahaman agar mampu menjaga diri dan mengambil keputusan yang bijak,” ujarnya.

Melalui program ini, MAN Bontang menunjukkan keseriusannya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat, tangguh, dan berakhlak dalam menghadapi tantangan zaman. 



Berita Lainnya