Daerah
Bentengi Jalur Maritim, BBPOM Samarinda Edukasi Awak Kapal KM Egon Cegah Produk Ilegal
Kaltimtoday.co - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda terus berkomitmen memperkuat pengawasan obat dan makanan hingga ke jalur pintu masuk komoditas maritim. Salah satunya diwujudkan melalui aksi nyata Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Cegah Tangkal peredaran produk ilegal di atas dek Kapal KM Egon yang tengah bersandar di Pelabuhan Loktuan, Bontang, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan strategis ini menggandeng berbagai pemangku kepentingan sektor maritim dan komunitas lokal. Jajaran yang terlibat mulai dari perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bontang, PT Pelni, agen pelayaran, hingga Pramuka Saka POM Bontang.
Agenda diawali dengan sambutan hangat dari Captain Suryadi selaku Nakhoda KM Egon. Pihaknya menyambut baik inisiatif BBPOM Samarinda yang dinilai sangat krusial bagi keselamatan kerja serta kepatuhan hukum bagi seluruh kru kapal selama berlayar.
"Kami selaku kru kapal berkomitmen penuh untuk menjaga integritas pelayaran. Edukasi seperti ini sangat penting agar seluruh awak kapal paham dan tidak terjebak dalam pusaran penyelundupan atau distribusi produk-produk ilegal yang membahayakan masyarakat," ujar Captain Suryadi di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Penindakan BBPOM di Samarinda, Ratih Wulandari, menegaskan bahwa wilayah pelabuhan merupakan salah satu titik krusial yang memerlukan pengawasan ekstra dan sinergi lintas sektor yang solid. Gerbang masuk laut memiliki dinamika yang tinggi sehingga membutuhkan kewaspadaan bersama.
"Pelabuhan adalah gerbang masuk yang dinamis. Melalui KIE Cegah Tangkal ini, kami ingin membangun benteng pertahanan bersama awak kapal dan stakeholder pelabuhan. Kita harus satu suara dan satu aksi dalam menolak serta menangkal peredaran obat, kosmetik, obat bahan alam, maupun pangan olahan ilegal," tegas Ratih Wulandari.
Memasuki sesi inti, pengawas farmasi makanan Haerdy Pratama Wijaya hadir sebagai narasumber untuk mengupas tuntas modus operandi serta bahaya retur produk ilegal. Agar edukasi berjalan interaktif, materi tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga divisualisasikan secara gamblang melalui media poster edukatif dan pameran produk Tanpa Izin Edar (TIE).
Awak kapal diajak melihat dan meraba langsung perbedaan fisik antara produk yang aman dan produk ilegal yang kerap dipalsukan di pasaran. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepekaan visual para kru kapal saat memeriksa barang muatan.
"Fokus kita hari ini adalah membekali para awak kapal dengan pengetahuan praktis. Mereka harus tahu cara mengidentifikasi produk ilegal, mengenali bahaya zat kimia terlarang di dalamnya, serta bagaimana membedakan produk yang memiliki izin edar resmi dari BPOM. Deteksi dini dari rekan-rekan di kapal akan sangat membantu memutus rantai peredaran komoditas berbahaya ini," jelas Haerdy Pratama Wijaya.
Kegiatan KIE Cegah Tangkal ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas antarlini di atas kapal. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyerahan poster edukasi secara simbolis kepada perwakilan manajemen KM Egon agar pesan cegah tangkal tersebut dapat terus digaungkan secara konsisten di lingkungan Pelabuhan Loktuan Bontang.
[RWT]
Related Posts
- DPRD Bontang Bahas Maraknya Kehamilan di Bawah Umur, Dorong Penguatan Edukasi Seks
- Bekali Orangtua dan Siswa Cegah Kekerasan Seksual, MPLS di SDN 001 Bontang Selatan Akan Libatkan DP3AKB
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDN 001 Bontang Selatan Libatkan Orangtua Lewat Pra MPLS
- JAP Minta Fasilitas Ramah Difabel Jadi Prioritas dalam Raperda LLAJ Bontang
- Andi Faizal Dorong Kesadaran Warga Rawat Aset Publik









