Nasional

BPIP Pastikan Seleksi Paskibraka 2026 Bebas Diskriminasi, Tim Khusus Diterjunkan ke Daerah

Network — Kaltim Today 29 Mei 2026 16:07
BPIP Pastikan Seleksi Paskibraka 2026 Bebas Diskriminasi, Tim Khusus Diterjunkan ke Daerah
Ilustrasi. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) angkat bicara mengenai isu miring yang menerpa proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). BPIP membantah adanya praktik diskriminasi dalam tahapan penyaringan calon pengibar bendera tersebut. 

Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, memastikan bahwa seluruh rangkaian proses rekrutmen di daerah dipantau secara ketat. Hal ini dilakukan demi menjamin transparansi dan keadilan bagi seluruh peserta yang berkompetisi. 

“Berdasarkan pertanyaan tadi bahwa ada diskriminasi, kami pastikan bahwa setiap proses itu juga dimonitor oleh BPIP. Jadi tidak ada tindakan diskriminasi tersebut,” ujar Rima saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Rima menjelaskan, selain pengawasan melekat dari BPIP, pihak pemerintah daerah (Pemda) Sulawesi Selatan juga telah bergerak cepat dengan merilis klarifikasi resmi untuk meluruskan kesalahpahaman yang sempat berkembang di tengah masyarakat.

“Mengenai klarifikasi dan sebagainya, kita sudah melihat sudah ada pernyataan dari pemerintah daerah setempat,” tambahnya.

Meski demikian, Rima menekankan bahwa BPIP tidak pernah menganggap remeh setiap aduan. Lembaga ini memiliki standardisasi penanganan konflik di mana tim khusus akan langsung diterjunkan ke lokasi setiap kali ada laporan indikasi kecurangan atau pelanggaran regulasi di tingkat daerah. Tim tersebut bertugas melakukan verifikasi faktual agar keputusan yang diambil objektif sesuai koridor hukum.

“Kami di BPIP juga ketika mendapatkan laporan-laporan langsung menerjunkan tim untuk melihat apakah isu tersebut berkembang sesuai apa yang disampaikan, dan kami mengecek memastikan penanganannya itu sesuai dengan peraturan yang ada,” tutur Rima. 

Menutup keterangannya, Rima mengimbau publik untuk lebih bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Terlebih, polemik ini mencuat menjelang momentum nasional Hari Lahir Pancasila yang seharusnya menjadi ruang untuk mempererat persatuan.

“Kami justru mengimbau dengan semangat peringatan Hari Lahir Pancasila ini, setiap pihak diharapkan ketika mendengar suatu isu atau pemberitaan, bisa melihatnya secara komprehensif,” pungkasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya