Advertorial
152 Pelajar Kukar Ikuti Seleksi Paskibra
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kutai Kartanegara (Kesbangpol Kukar) melakukan serangkaian seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Seleksi tersebut untuk mempersiapkan Peringatan Hari Kemerdekaan Negera Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024 mendatang.
Seleksi Paskibra yang berlangsung kurang lebih 3 minggu ini diikuti oleh 152 pelajar se- Kutai Kartanegara. Sejumlah tahapan harus mereka hadapi, mulai dari tes samapta atau fisik, peraturan baris berbaris (PBB), pareda, hingga psikotes.
Tahapan seleksi dimulai pada 22-26 April lalu, kemudian sesi wawancara pada 29 April - 4 Mei via zoom tentang minat dan bakat calon pasukan pengibar bendera. Kemudian nama-nama Paskibra terpilih akan diserahkan pada 8 Mei mendatang.
"Kami menargetkan 36-40 orang petugas Paskibra pada saat apel nanti di kantor Bupati,” kata Kepala Badan Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, Rabu (1/5/2024).
Dijelaskan Rinda, proses seleksi dilakukan secara online melalui Aplikasi Transparansi Paskibraka dengan pengawasan langsung dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Empat pelajar juga akan diikutsertakan dalam seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang kemudian akan melanjutkan seleksi di tingkat nasional. Seleksi ini melibatkan pertimbangan tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga dari segi mental.
"Untuk proses pusdiklat akan dimulai dari tanggal 15 Juli hingga 17 Agustus di asrama atlet Kukar. Kami berharap dari proses seleksi ini berjalan dengan lancar dan terpilih Paskibra terbaik." tutupnya.
[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Rencana Buka Prodi Baru Tak Mudah, Unikarta Terkendala SDM dan Infrastruktur
- Dua Segmen Teras Samarinda Tahap II Molor, Dinas PUPR Terapkan Denda Harian
- Deposit Judi Online Capai Rp 36 Triliun, Transaksi Kini Banyak Beralih ke QRIS
- Wali Kota Samarinda Tegaskan Dana Probebaya 2026 Tetap Utuh, Skema 60:40 Bukan Pemotongan
- Masalah Ekonomi, Bapak Tiga Anak di Tenggarong Curi Tabung Gas untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari








