Daerah

Datang ke UINSI Samarinda, Gubernur Lemhannas Soroti Ancaman AI dan Banjir Informasi di Kalangan Mahasiswa

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 22 September 2026 16:39
Datang ke UINSI Samarinda, Gubernur Lemhannas Soroti Ancaman AI dan Banjir Informasi di Kalangan Mahasiswa
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi memberikan penjelasan terkait mediasi kasus dugaan penggelapan donasi kebakaran oleh oknum mahasiswa di Samarinda. (Dok. Istimewa/kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat tantangan ketahanan nasional tidak lagi hanya berkaitan dengan persoalan pertahanan dan keamanan. Generasi muda juga dituntut mampu menghadapi derasnya arus informasi dan perubahan teknologi yang berlangsung cepat. 

Hal itu disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Selasa (22/9/2026).

Ace Hasan mengatakan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan tidak bisa menutup diri dari perubahan. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti dengan kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna teknologi.

“Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang sifatnya statis. Hari ini dunia berputar sangat cepat dan kita tidak bisa melepaskan diri dari perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI),” katanya.

Menurut Ace Hasan, perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan bagi ketahanan nasional. Karena itu, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan tersebut.

Ia menegaskan, ketahanan nasional tidak cukup dibangun melalui kekuatan pertahanan. Kualitas manusia yang mampu beradaptasi, memahami perubahan, serta memiliki wawasan kebangsaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga daya tahan bangsa.

“Tidak ada bangsa yang hebat kecuali bangsa yang mampu bertahan di tengah persaingan,” tegasnya.

Ace Hasan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak bersikap tertutup terhadap perubahan zaman. Perguruan tinggi, kata dia, harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memahami persoalan yang berkembang, baik di tingkat nasional maupun global.

“Sebagai calon pemimpin masa depan, mahasiswa harus siap beradaptasi dan berpikiran terbuka dalam membaca dinamika perubahan zaman,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, UINSI Samarinda dan Lemhannas RI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia.

Kerja sama tersebut mencakup pendidikan dan pelatihan, pertukaran tenaga ahli, kegiatan ilmiah, kajian, seminar, lokakarya hingga pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan memiliki kesadaran kebangsaan.

Ia berharap kerja sama dengan Lemhannas dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan kapasitas mahasiswa dan penguatan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

"Seiring dengan perkembangan dunia digital, mahasiswa harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu berkreasi, tetapi juga bisa melihat dan mengisi peluang yang ada, termasuk membuka lapangan pekerjaan, bukan hanya mencari pekerjaan,” tutup Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni.

[RWT | ADV] 



Berita Lainnya