Green Zetizen
Dorong Ekonomi Pasca-Tambang, YMH Bekali UMKM Paser Legalitas dan Literasi Digital
TANA PASER, Kaltimtoday.co - Yayasan Mitra Hijau (YMH) terus mempercepat transformasi ekonomi berkelanjutan di Kaltim melalui Workshop Penguatan UMKM Hijau di Kabupaten Paser, Sabtu (14/02/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari proyek IKI-JET ini menyasar para pelaku UMKM di wilayah ring 1 tambang batu bara, meliputi Desa Uko, Songka, Batu Kajang, Klempang Sari, Samurangau, hingga Tanah Grogot.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari aspek legalitas usaha, sertifikasi halal, izin edar BPOM, hingga literasi pengelolaan keuangan dan pemasaran digital.
Langkah ini dinilai krusial untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang tangguh dan inklusif, terutama dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi Kaltim dari sektor ekstraktif menuju industri hijau.
Zulkifli dari DPPKUKM Kaltim menyoroti masalah klasik yang sering dihadapi UMKM, yaitu masih bercampurnya keuangan pribadi dengan arus kas usaha.
Ia menegaskan bahwa desa memiliki potensi besar untuk mendorong UMKM "naik kelas", selama pelaku usaha disiplin dalam pengelolaan finansial.
“Kami di DPPKUKM memiliki berbagai program pendampingan, mulai dari fasilitasi legalitas, sertifikasi halal, hingga pelatihan vokasi untuk mendorong produk lokal menembus pasar ekspor,” jelas Zulkifli.
Di sisi lain, akademisi Universitas Mulawarman, Zainal Arifin, menekankan bahwa literasi digital adalah kunci untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.
Menurutnya, penggunaan platform digital tidak hanya soal berjualan, tetapi juga membangun loyalitas pelanggan melalui konten yang interaktif.
“Pemberian giveaway atau potongan harga tertentu bisa menjadi strategi konten pemasaran di media sosial untuk menjaga interaksi aktif dengan pembeli potensial,” ungkap Zainal.
Penguatan UMKM di Paser ini diharapkan tidak hanya berhenti pada legalitas, tetapi juga mendorong penerapan konsep ramah lingkungan pada proses produksi, pengemasan, hingga pengelolaan limbah.
Dengan UMKM yang adaptif terhadap teknologi dan sadar lingkungan, transisi energi berkeadilan di Kaltim diharapkan dapat berjalan maksimal tanpa meninggalkan para pelaku usaha kecil di tingkat tapak.
[TOS]
Related Posts
- Rentetan Kasus Kekerasan Masih Mengintai, Komite Keselamatan Jurnalis Maluku Utara Resmi Dibentuk
- Komunitas Pers Desak Pemerintah Hapus Klausul Perjanjian Dagang Indonesia-AS yang Ancam Perpres Publisher Rights
- Gubernur Kaltim Fasilitasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kawasan Aset Pemprov hingga Mobil Videotron Keliling
- Siap Maju di Pilkada Samarinda, Iswandi Tegaskan Patuhi Mekanisme PDI Perjuangan
- PT Wana Hijau Pesaguan Gelar Panen Jagung di Program Multi Usaha Kehutanan









