DPRD BONTANG

DPRD Bontang Bahas Maraknya Kehamilan di Bawah Umur, Dorong Penguatan Edukasi Seks

Kaltim Today
09 Juli 2026 14:00
DPRD Bontang Bahas Maraknya Kehamilan di Bawah Umur, Dorong Penguatan Edukasi Seks
RDP Komisi A DPRD Kota Bontang Tentang Kehamilan Anak Dibawah Umur. (Laz/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Komisi A DPRD Kota Bontang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas maraknya kasus kehamilan di bawah umur di Kota Bontang. Rapat berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Bontang, Kamis (9/7/2026).

RDP dipimpin Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, dan dihadiri perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.

Dalam rapat tersebut, DPRD meminta masukan dari berbagai pihak untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih efektif terhadap persoalan kehamilan di bawah umur.

"Kami ingin mendengar masukan dari berbagai pihak, termasuk yang hadir dalam rapat ini, agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan ke depan," ujar Saeful Rizal.

Ketua FKUB Kota Bontang, Mulkan Adzima, menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh melalui edukasi dan pembinaan kepada generasi muda. 

Menurutnya, pemerintah dan DPRD perlu mendorong pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi atau pendidikan seks yang disampaikan secara tepat sesuai usia.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar kegiatan-kegiatan positif bagi remaja lebih diaktifkan, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat ibadah, sebagai upaya membangun karakter dan mencegah pergaulan berisiko.

"DPRD harus mendorong pelaksanaan edukasi seks dan juga aktif mendukung kegiatan-kegiatan positif di sekolah maupun tempat ibadah," kata Mulkan.

Komisi A DPRD Kota Bontang menyatakan seluruh masukan yang disampaikan dalam rapat akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut. 

DPRD juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyusun langkah pencegahan yang melibatkan berbagai pihak, sehingga kasus kehamilan di bawah umur di Kota Bontang dapat ditekan.

[ADV DPRD BONTANG]



Berita Lainnya