DISKOMINFO BONTANG
Hadiri Kegiatan Advokasi DP3AKB, Wali Kota Neni Tekankan Bontang Harus Jadi Kota Aman dan Inklusif untuk Semua
BONTANG, Kaltimtoday.co - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya menciptakan suasana yang aman, ramah, dan inklusif bagi seluruh warga kota. Hal ini ia sampaikan kala menghadiri kegiatan advokasi dan penguatan kelembagaan kelurahan ramah perempuan, peduli dan layak nak di BPU Kecamatan Bontang Utara, Selasa (26/5/2026).
Dalam kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang itu, Wali Kota Neni menyoroti tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bontang yang masih meningkat, terutama kekerasan fisik. Adapun, tiga kelurahan dengan temuan kasus kekerasan perempuan dan anak terbesar pada 2025 ialah Kelurahan Lok Tuan dengan 19 kasus, Berebas Tengah 14 kasus, dan Bontang Baru 14 kasus.
''Ini tentu harus jadi perhatian kita semua,'' kata Wali Kota Neni dalam forum tersebut.
Menurutnyam salah satu penyebab kekerasan terhadap perempuan dan anak dipicu persoalan ekonomi. Sebabnya, kata dia, Pemkot Bontang tengah berupaya untuk menekan angka pengangguran terbuka di Bontang. Harapannya, selain menjadi kota yang layak sebab warganya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, persoalan sosial pun bisa ikut ditekan.
“Kalau kemiskinan bisa kita tekan, seharusnya kekerasan dalam rumah tangga juga ikut menurun. Harapannya dengan penguatan ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa dimitigasi,” katanya.
Selain itu, Wali Kota Neni juga menekankan pentingnya penguatan pencegahan dan pendampingan harus terus dilakukan agar masyarakat, khususnya perempuan dan anak, merasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, dia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga rasa aman dan perlindungan sosial bagi masyarakat. Sebabnya, penguatan kelembagaan hingga tingkat RT dan kelurahan perlu terus dilakukan agar pencegahan bisa berjalan lebih maksimal. Ia berharap penguatan tersebut mampu membantu menekan angka kekerasan yang terjadi di masyarakat.
''Intinya bagaimana kita menjadikan kota yang inklusif dan berkeadilan sosia. Tidak hanya perempuan dan anak, tetapi semuanya harus merasa aman,'' tegasnya.
Selain itu, dia menilai upaya mewujudkan kota layak anak harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ia mengingatkan pentingnya pola pengasuhan yang sehat, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, hingga menciptakan rumah tangga yang nyaman bagi tumbuh kembang anak.
“Kota layak anak dimulai dari keluarga. Semua dimulai dari rumah tangga, kemudian RT, kelurahan hingga kecamatan,” tandasnya.
[ADV DISKOMINFO BONTANG]
[ADV DISKOMINFO BONTANG]
Related Posts
- Targetkan Stunting Turun Jadi 12,5 Persen, Pemkot Bontang Optimalkan Peran Kader Posyandu
- Tekan Stunting, Wawali Agus Akan Datangi Warga yang Tak Hadir Operasi Timbang Serentak
- Dikembangkan MAN Bontang, Aplikasi Tengok Tetangga Siap Diperluas ke Sekolah dan Masyarakat
- Cegah Banjir, Panbers Bersihkan Drainase dan Sungai di Sejumlah Titik Kota
- Lukman Apresiasi Program Smartani Goes to School, Dorong Sekolah Cetak Generasi Peduli Ketahanan Pangan









