Kutim

Joni Akui Banyak Usulan Masyarakat Kutim Ditolak SIPD

Kaltimtoday.co, Sangatta – Penginputan usulan-usulan masyarakat terkait pembangunan daerah di Kutai Timur (Kutim) untuk 2022 terdapat sedikit perbedaan.

Pasalnya, setiap usulan masyarakat akan ditampung di dalam satu aplikasi, yaitu Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Baca juga:  Usai Mediasi dengan Pemkab Kutim, GAPKI Kaltim Sambut Baik Hasilnya

Sejak diterapkannya SIPD banyak usulan yang diajukan melalui pokok-pokok pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim ditolak, dengan alasan karena tidak sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati.

Untuk itu, setiap usulan yang ditolak di SIPD DPRD diminta untuk mengganti usulan tersebut, dengan usulan terkait infrastruktur atau sesuai dengan visi misi Bupati Kutim terpilih.

“Untuk usulan pokok pikiran DPRD 2022, yang diusulkan melalui pokok pikiran DPRD Kutim, banyak ditolak SIPD. Alasannya, tidak sesuai dengan visi misi Bupati,” jelas Ketua DPRD Kutim Joni saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (23/6/2021).

Baca juga:  KPU Tetapkan DPT Pilkada Kutim 232.641 Pemilih

Diantara pokok pikiran DPRD yang ditolak seperti pengadaan tandon air, Sumur bor. Pokoknya pengadaan-pengadaan itu tidak bisa. Kecuali, terkait dengan pertanian, masih bisa. Sebab memang pertanian ini masuk program pemerintah.

“Makanya, kami juga heran mengapa usulan dari masyarakat seperti itu, bisa ditolak, padahal itu untuk kepentingan masyarakat. Itu aspirasi masyarakat, yang diusulkan saat kami reses,” paparnya.

Beruntung, usulan 2020, yang akan dilaksanakan tahun ini, pengadaan masih bisa dilaksanakan. Tapi untuk tahun depan, itu sudah tidak bisa.

Baca juga:  Apresiasi Pembangunan Pemerintah, Fitriyani Sebut Jembatan Sangatta Lama Bakal Tingkatkan Ekonomi Warga

Diakui, usulan terkait dengan pembangunan infrastruktur itu boleh karena memang dalam visi misi Bupati salah satunya yang jadi prioritas adalah pembangunan infrastruktur. Sementara pengadaan itu dianggap tidak prioritas, sehingga ditolak.

“Alasan lain ditolaknya pengadaan tandon dan sumur bor itu karena memang urusan air bersih itu sudah ditangani PDAM. PDAM diminta untuk memperluas cakupan pelayanan pada masyarakat, karena itu tidak boleh pengadaan tandon lagi,” pungkasnya.

[El | NON | ADV DPRD KUTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker