Internasional

Kerusuhan Penjara di Jalisco Meksiko: 23 Narapidana Kabur Usai Serangan Kelompok Bersenjata

Network — Kaltim Today 25 Februari 2026 07:05
Kerusuhan Penjara di Jalisco Meksiko: 23 Narapidana Kabur Usai Serangan Kelompok Bersenjata
Kerusuhan di Meksiko membuat sebanyak 23 narapidana di Jalisco melarikan diri. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Kerusuhan di wilayah Jalisco, Meksiko, memicu pelarian massal narapidana dari sebuah penjara regional di Ixtapa, Puerto Vallarta. Sedikitnya 23 tahanan dilaporkan kabur setelah fasilitas pemasyarakatan tersebut diserang kelompok bersenjata.

Insiden ini diduga berkaitan dengan operasi keamanan terhadap Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan El Mencho. Ia merupakan pemimpin kartel narkoba Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), salah satu kelompok kriminal terbesar di Meksiko.

"Setelah melakukan penghitungan, sebanyak 23 narapidana telah melarikan diri," kata Menteri Keamanan Publik Jalisco, Juan Pablo Hernandez dalam rekaman yang disiarkan oleh media Jalisco Noticias, Selasa (24/2/2026).

Kelompok penyerang disebut menabrakkan kendaraan ke gerbang utama penjara sebelum menerobos masuk. Mereka juga melepaskan tembakan ke arah fasilitas, memicu kepanikan dan kerusuhan di dalam area tahanan.

Petugas lapas berupaya memberikan perlawanan hingga akhirnya berhasil memukul mundur para pelaku. Namun, satu orang petugas dilaporkan tewas saat menghadapi serangan bersenjata tersebut.

Untuk mengendalikan situasi, aparat keamanan tambahan langsung dikerahkan ke lokasi. Sementara itu, operasi pencarian besar-besaran terhadap 23 narapidana yang kabur terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Kerusuhan penjara di Jalisco ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi kekerasan di sejumlah wilayah Meksiko. Situasi memanas setelah aparat keamanan melakukan operasi penindakan terhadap El Mencho.

Dalam perkembangan terbaru, El Mencho dilaporkan tewas dalam bentrokan antara aparat dan kelompok pendukungnya. Kabar kematiannya memicu reaksi keras dari jaringan kartel, termasuk aksi blokade jalan raya federal, pembakaran kendaraan, hingga serangan terhadap sejumlah infrastruktur publik di berbagai negara bagian.

Pemerintah Meksiko kini memperketat pengamanan di sejumlah titik rawan guna mencegah meluasnya kekerasan pasca-kerusuhan tersebut.

[RWT]



Berita Lainnya