DISKOMINFO BONTANG

Lewat Workshop Film, Pelajar Bontang Didorong Produksi Karya Bertema Budaya Lokal

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 18 Mei 2026 16:34
Lewat Workshop Film, Pelajar Bontang Didorong Produksi Karya Bertema Budaya Lokal
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, kala membuka workshop film untuk pelajar. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, membuka Workshop Pembuatan Film Pendek untuk Pelajar Kota Bontang di Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Senin (18/5/2026). Kegiatan yang diikuti 60 pelajar SMA dan SMK se-Bontang itu menghadirkan enam narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi film lokal maupun luar daerah, dengan materi teori hingga praktik produksi film pendek.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang di bidang perfilman, videografi, dan editing digital. Menurutnya, pelajar tidak hanya perlu memahami aspek teknis produksi film, tetapi juga kemampuan membangun cerita dan menyampaikan pesan kepada publik melalui karya visual. 

“Melalui workshop ini saya berharap peserta tidak hanya belajar teknis pembuatan film, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama tim, kreativitas, kemampuan bercerita, dan penyampaian pesan moral melalui karya visual,” ujarnya.

Wali Kota Neni juga mendorong para peserta agar mampu menghasilkan karya yang mengangkat identitas lokal Bontang maupun budaya Kalimantan. Ia mencontohkan bagaimana drama Korea mampu memperkenalkan budaya dan kuliner mereka hingga mendunia. Oleh sebab itu, ia berharap film karya pelajar Bontang nantinya turut mengenalkan makanan dan budaya lokal seperti kuyang maupun gammi bawis kepada publik yang lebih luas.

“Harapan bunda, anak-anak kita di sini juga sama, angkat budayanya, makanan lokal kita, biar mendunia dan dikenal ke seluruh dunia,” katanya.

Sekitar 60 peserta terdiri dari pelajar SMA/SMK mengikuti workshop film yang merupakan program kolaborasi Sineas Bessai Berinta (SBB) dan Dispopar Bontang. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

Sementara itu, Ketua Panitia, Arif Rahmatullah, mengatakan kegiatan tersebut digelar selama tiga hari dan dirancang berkelanjutan untuk memperluas ekosistem perfilman di Bontang. Pada hari pertama, peserta menerima materi penulisan naskah, penyutradaraan, kameramen, editing, hingga dasar-dasar film dari praktisi lokal dan dosen perfilman nasional. Hari kedua peserta diminta praktik syuting di lapangan, sementara hari ketiga hasil karya mereka akan dinilai sekaligus didaftarkan hak ciptanya.

"Kami berharap dari kegiatan ini peserta SMA dan SMK se-Bontang bisa berkarya lebih baik lagi dan tujuan pentingnya kami bisa melahirkan film-film dari Bontang,” ucapnya.

Arif menambahkan, kolaborasi antara komunitas Sineas Bessai Berinta (SBB) dan Dispopar Bontang itu juga diharapkan menjadi langkah awal menghadirkan festival film di Kota Taman sebagai wadah apresiasi bagi sineas muda lokal.

"Harapannya kami bisa buat juga, sih, festival film. Itu kami cita-citakan juga,” tandasnya.

[ADV DISKOMINFO BONTANG]



Berita Lainnya